News

Tanggal 18 April 2025 Memperingati Hari Apa? Siap-siap Libur Panjang

Oleh: Asti Aureli Septania Rabu 16 Apr 2025, 15:07 WIB
Tanggal 18 April 2025 adalah hari Jumat Agung, yang merupakan hari libur nasional di Indonesia untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus.

AYOJAKARTA.COM -- Tanggal 18 April 2025 menjadi momen yang dinanti umat kristiani karena bertepatan dengan Hari Jumat Agung, juga Masyarakat lainnya karena salah satu hari libur nasional di Indonesia.

Tanggal 18 April 2025 adalah hari Jumat Agung, yang merupakan hari libur nasional di Indonesia untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus.

Jumat Agung memiliki makna penting bagi umat Kristiani sebagai refleksi atas pengorbanan Yesus di kayu salib.

Baca Juga: Long Weekend Balik Lagi! Ini Jadwal Libur Nasional April 2025 yang Wajib Kamu Catat

Menariknya, hari libur ini jatuh pada hari Jumat, memberikan kesempatan untuk menikmati long weekend.

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan waktu ini untuk beristirahat atau bepergian, pastikan untuk merencanakan kegiatan dengan baik agar liburan Anda semakin berkesan!

Berikut Jadwal Hari Libur Nasional 18 April hingga 20 April 2025:

-Jumat 18 April: Hari Kematian Isa Almasih (Yesus Kristus) atau Jumat Agung

Baca Juga: Libur Jumat Agung dan Paskah Berapa Hari? Siap-Siap Libur Panjang

-Sabtu 19 April: Libur weekend

-Minggu 20 April: Paskah atau kenaikan Isa Almasih

Untuk pilihan cuti agar mendapatkan libur panjang (long weekend) pada tanggal 18 April 2025, Anda bisa mengambil cuti pada hari Kamis, 17 April 2025, atau Senin, 21 April 2025.

Dengan mengambil cuti di salah satu hari tersebut, Anda akan mendapatkan waktu libur berturut-turut selama 4 hari, yaitu dari Kamis sampai Minggu atau Jumat sampai Senin.

Baca Juga: Terminal Kampung Rambutan Masih Dipadati Pemudik di Akhir Masa Libur Lebaran

Libur panjang ini sangat cocok dimanfaatkan untuk beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau berlibur ke berbagai destinasi wisata, baik yang dekat maupun yang memerlukan perjalanan singkat.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil