AYOJAKARTA.COM – Hak angket DPR terkait dugaan kecurangan pada Pemilu 2024 baru diusulkan tiga fraksi pada rapat paripurna, Selasa (5/3/2024).
Ketiga fraksi yang telah memberikan dukungan penggunaan hak angket yaitu PDIP, PKS dan PKB.
Sedangkan dua fraksi lainnya yaitu PPP dan NasDem belum memberikan sikap resmi pada rapat paripurna.
Anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem, Sugeng Suparwoto mengatakan bahwa partainya masih menunggu pengumuman resmi KPU.
“Setelah 20 Maret, kita betapapun menghormati penghitungan KPU ini, penyelenggaraan pemilu,” ucap Sugeng Suparwoto dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV, Rabu (6/3/2024).
Baca Juga: Tak Hanya Mahfud MD, Presiden Jokowi Juga Buka Suara Soal Hak Angket DPR RI, Tegas Tidak Cawe- cawe
Ketika ditanya apakah NasDem akan menunggu keputusan dari PDIP, Sugeng mengatakan bahwa partainya akan tetap maju meskipun tidak ada PDIP.
“Tolong garis bawahi tanpa PDIP, Nasdem akan mengambil jalan,” ujarnya.
Meskipun belum menyatakan sikap, Sugeng mengatakan bahwa NasDem mendukung usulan hak angket.
Sugeng menyampaikan bahwa fraksi NasDem menghormati ketidakpuasan masyarakat terkait pelaksaan Pemilu 2024.
"Hak angket NasDem jelas mengambil sikap kita menunggu dulu perhitungan dan kita merespons bagaimana ungkapan masyarakat ketidakpuasan terhadap penyelenggaraan pemilu ini," ujarnya.
Anggota DPR dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi mengatakan bahwa pihaknya perlu melakukan rapat terlebih dahulu untuk memutuskan hak angket.
“Kami pun belum melakukan rapat internal. Insyaallah dalam waktu dekat akan kita kabari kalau sudah bersikap karena anggota masih ngawal rekapitulasi suara di tingkat kabupaten dan provinsi,” ujar Baidowi.
Dalam rapat paripurna tersebut, anggota DPR yang mengusulkan hak angket yaitu Aus Hidayat Nur dari Fraksi PKS, Luluk Nur Hamidah dari Fraksi PKB dan Aria Bima dari Fraksi PDIP.
"Pimpinan dan seluruh anggota DPR, saya mendukung hak angket ini kita lakukan semata-mata untuk memberikan kepastian bahwa seluruh proses Pemilu 2024 benar-benar dijalankan berdasarkan daulat rakyat," ucap Luluk Nur Hamidah.***