AYOJAKARTA.COM - Menjelang dibukanya CPNS 2024 tentunya para calon peserta diharuskan untuk mempersiapkan segalanya secara matang. Tak hanya berbekal kesehatan fisik dan mental namun peserta juga harus mempersiapkan diri dengan belajar.
Dalam ujian CPNS, ada beberapa hal yang diujikan salah satunya adalah psikotes. Tentunya psikotes juga merupakan salah satu tes yang harus diwaspadai karena menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi nilai.
Ada beberapa jenis psikotes yang biasanya muncul dalam tes CPNS, psikotes dilakukan supaya pemerintah mengetahui apakan calon pelamar memiliki karakteristik yang cocok dengan instansi yang dilamar.
Kali ini kita akan membahas jenis-jenis psikotes apa saja yang biasanya muncul pada tes CPNS, berikut adalah ulasannya yang dilansir dari laman JadiASN:
1. Tes kepribadian
Tes kepribadian merupakan psikotes umum yang muncul pada seleksi CPNS, tes ini dirancang supaya pemerintah tau karakteristik dan kepribadian calon karyawan. Tes ini juga membantu pemerintah untuk mengetahui bagimana kecenderungan calon pegawai dalam berperilaku dan berinteraksi di dunia kerja.
Beberapa karakteristik yang dapat diketahui melalui tes ini adalah ekstraversi (tingkat ekstrovert dan introvert), neurotitisme (tingkat ketidakstabilan emosional), konsep diri hingga keakraban dalam interaksi sosial.
2. Tes kemampuan verbal
Tes ini dapat mengukur kemampuan calon pegawai dalam memahami tulisan dan kemampuan berbicara dengan benar. Dalam tes kemampuan verbal, peserta akan dihadapkan dengan pemahaman teks, kemampuan menafsirkan kata-kata, kemampuan menyusun dengan benar hingga kemampuan menulis secara efektif.
3. Tes numerik
Sesuai namanya, tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan calon pegawai dalam melakukan perhitungan matematis. Tes ini meliputi pemahaman terhadap angka, kemampuan menghitung dan menyelesaikan matematika dasar.
Tes ini penting terutama untuk posisi yang memerlukan kemampuan berhitung seperti statistik dan keuangan, melalui tes ini juga dapat diketahui bagaimana calon karyawan dalam membuat keputusan.
4. Tes logika
Tes logika dapat membuat pemerintah mengetahui bagaimana kemampuan calon pegawainya dalam menganalisis informasi, menarik kesimpulan yang logis hingga memecahkan masalah.
5. Tes wawasan pribadi dan sosial
Tes ini dapat mengukur pemahaman calon pegawai perihal diri mereka sendiri dan kemampuan mereka dalam berinteraksi. Tes ini mencangkup aspek-aspek seperti empati dan kemampuan komunikasi.
Tes ini penting supaya pemerintah tau apakah calon pegawainya dapat beradaptasi di lingkungan kerja yang melibatkan interaksi dengan berbagai individu atau tidak.
6. Tes integritas
Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah calon pegawai memiliki nilai-nilai etika dan integritas yang sesuai untuk menjadi pelayan publik atau tidak.
Bentuk-bentuk soalnya akan menanyakan seputar perilaku yang etis untuk dilakukan dalam berbagai situasi.
***