AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberikan respons terkait melambungnya suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Diketahui dalam hasil Sirekap Pemilu 2024, suara PSI tiba-tiba mengalami kenaikan yang cukup besar dan hampir menyentuh ambang batas parlemen sebesar 4%.
Kenaikan suara yang cukup signifikan ini mendapat sorotan dari berbagai pihak mulai dari pengamat hingga politisi.
Baca Juga: 7 Kota Metropolitan Terbesar di Indonesia Ada Medan dan Makassar, Kota Tempat Tinggalmu Termasuk?
Pasalnya, jumlah suara sementara tersebut mulai melampaui hasil quick count dari beberapa lembaga survei.
Ditanya mengenai kenaikan suara PSI, Jokowi enggan berkomentar, dan menyarankan untuk bertanya kepada partai.
"Itu urusan partai, tanyakan ke partai," ucap Jokowi, dikutip dari Kompas TV, Selasa (5/3/2024).
Lebih lanjut, Jokowi juga menyarankan untuk menanyakan hal tersebut kepada pihak penyelenggara pemilu.
“Tanyakan ke KPU,” ujar Jokowi.
Pemilu 2024 ini merupakan kali kedua bagi PSI. Pertama Kali PSI mengikuti pemilu pada 2019 lalu.
Dimana pada pemilu 2019 PSI tidak berhasil lolos ke senayan, dan kini dibawah kepemimpinan putra Jokowi, Kaesang Pangarep, ia menargetkan menembus ambang batas 4%.
Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Holik, menyampaikan bahwa hasil akhir Pemilu tidak ditentukan berdasarkan data dari Sirekap.
Hasil akhir pemilu diputuskan berdasarkan hasil rekapitulasi manual berjenjang.
"Kami belum mengerti yang dimaksud dengan lonjakan tersebut itu lonjakan apa. Yang jelas Undang-Undang Pemilu menegaskan bahwa perolehan suara peserta pemilu yang disahkan oleh KPU itu berdasarkan rekapitulasi resmi," ucap Idham.
Baca Juga: CPNS 2024 Dibuka April, Ini Formasi Lulusan SMA di Pemprov DKI Jakarta Tanpa Sertifikat Pendukung
Capres nomor urut 01, Anies Baswedan, juga turut berkomentar terkait melonjaknya suara PSI pada Pemilu 2024.
"Pemerintah harus ikut bertanggung jawab walaupun ketuanya adalah anak presiden tetapi bukan berarti segala hal bisa dilakukan terhadap partai yang dipimpin oleh anak presiden," kata Anies.
Sedangkan, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, menyampaikan bahwa semua pihak perlu menunggu hasil resmi dari KPU dan jangan menggiring opini yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat..
"Kita tunggu saja hasil perhitungan akhir KPU. Jangan menggiring opini yang menyesatkan publik," ujar Grace.***