AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 177 sarjana kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta menjalankan prosesi ucap janji profesi angkatan ke 43.
Ucap janji profesi ini diselenggarakan pada tanggal Selasa 20 Februari 2024.
Pengikatan Sumpah Profesi ini dilakukan di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Prosesi Angkat janji yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Dokter ini sebagai tahapan untuk mengikuti program lanjutan yaitu studi profesi dokter.
Baca Juga: Begini Keluh Kesah TKN Prabowo-Gibran dalam Menghadapi Pemilu 2024
Para Sarjana Kedokteran diangkat janjinya oleh Dekan FKK UMJ Dr. dr. Tri Ariguntar Wikaning Tyas, Sp.PK., dengan khidmat sebagai bagian akhir dari rangkaian proses pendidikannya.
Para sarjana kedokteran yang telah diangkat janji kemudian menandatangani lembar angkat janji sebagai komitmen dalam menjaga etika profesi dokter.
Sekretaris Prodi Kedokteran UMJ dr Tri Wahyuni, SpPK, mengatakan bahwa tanggung jawab akan semakin berat selaras dengan pengetahuan dan tahapan yang meningkat, maka amanah perlu dijaga dengan baik.
Pada angkatan 43 ini, ia melaporkan bahwa 82,96 persen mahasiswa FKK UMJ lulus tepat waktu.
Prosesi angkat janji disaksikan oleh Rektor Prof. Dr. Ma'mun Murod, M.Si., Wakil Rektor I Dr. Muhammad Hadi, S.Kp., M.Kep., Wakil Rektor III Dr. Rini Fatma Kartika, S.Ag., MH., Wakil Rektor IV Dr. Septa Candra, SH., MH., Ketua Program Studi Profesi Dokter Dr.dr. Farsida, MPH., dan civitas akademika FKK UMJ.
Lulusan terbaik I dengan capaian predikat pujian dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,71 diraih oleh Nabilah Aulia Maharani, terbaik II 3,61 diraih oleh Mutiara Ayu Ismail, dan terbaik III dengan capaian nilai 3,57 diraih oleh Muhammad Reza Syah Pahlevi.
Dekan FKK UMJ Dr. Tri Ariguntar mengatakan ini merupakan satu tahapan awal menjadi seorang dokter.
Angkat janji merupakan prosesi yang wajib dilakukan bagi calon mahasiswa program profesi dokter yang akan berlangsung selama dua tahun untuk mengikuti stase klinik (coass) di rumah sakit pendidikan FKK UMJ yang tersebar di berbagai daerah.
“Kalian harus mempersiapkan dengan baik, bawa nama baik universitas dan fakultas dengan menjaga profesionalitas" ungkap Tri Ariguntar.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UMJ Prof. Ma'mun menyoroti permasalahan yang sering menjerat para dokter yaitu malpraktik.
Itulah berita mengenai prosesi pengikatan jani kedokteran yang dilansir Republika dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.***
Baca Juga: 5 Attitude yang Membuat Orang Lain Menghormati Kamu, Berhenti Berkata Kasar jadi Salah Satunya