AYOJAKARTA.COM – Dalam kasus kopi sianida yang menyeret Jessica Wongso, Rismon Sianipar turut menyoroti keterlibatan Ferdy Sambo.
Menurut Rismon Sianipar, Ferdy Sambo memiliki peran cukup penting dalam perkara yang membuat Jessica Wongso mendekam 20 tahun penjara.
Adanya dugaan keterlibatan Ferdy Sambo dalam kasus Jessica Wongso tersebut, diungkap oleh Rismon Sianipar melalui kanal Youtube-nya.
Rismon yang merupakan saksi ahli digital forensik dalam kasus kopi sianida pada 2016 lalu berpendapat, peran Ferdy Sambo cukup mencolok.
Hal tersebut diketahui Rismon Sianipar melalui salah satu dokumen penting yang telah ditandatangani langsung oleh Ferdy Sambo.
Dimana dalam dokumen tersebut, Ferdy Sambo yang saat itu berpangkat AKBP mewakili Kombes Pol Krishna Murti menunjuk Christopher Hariman Rianto.
Adapun bentuk penunjukkan yang dilakukan Ferdy Sambo adalah dengan melibatkan Christopher Hariman Rianto selaku ahli digital.
Dengan mengacu pada fakta dokumen tersebut, Rismon meminta agar Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri tidak tinggal diam dan mulai bertindak.
“Ada bukti tertulis keterkaitannya, sekarang Pak Kapolri investigasi orang-orang ini, meskipun Ferdy Sambo ada di penjara,” pinta Rismon.
Berdasarkan sejumlah bukti yang telah diunggah melalui kanal Youtube, Rismon meyakini bahwa M. Nuh dan Hariman Rianto juga atas perintah.
Baca Juga: Jubir TPN Ganjar-Mahfud, Chico Hakum Tanggapi Lonjakan Suara PSI sebagai Hal yang Tidak Masuk Akal
Meski teknik rekayasa dan manipulasi digital yang dilakukan M. Nuh dan Hariman Rianto tergolong masih dasar, tetapi presisi waktunya terbilang penuh pertimbangan.
“Meskipun tekniknya dasar, tapi even-even-nya sangat detail, dimana disamarkan, dimana dijadikan abu-abu, dimana pergerakan dipalsukan,” ungkap Rismon.
Rangkaian kerja penyuntingan yang dilakukan M. Nuh dan Hariman Rianto, menurut Rismon sebagai upaya melakukan penggiringan opini di muka sidang.
Dengan adanya penguatan barang bukti secara digital, maka saksi pendukung yang berada di pihak Jaksa semakin mudah dalam memanipulasi.
Karena itu, Rismon meminta kepada Kapolri agar kasus Jessica Wongso yang sempat menggemparkan Indonesia dikupas ulang.
Selain karena kasus ini tergolong sangat besar dan penuh dengan rekayasa, perkara kopi sianida juga menjadi kacamata bagi dunia dalam melihat keadilan di Indonesia.
Peran Kapolri dalam menguak misteri di kasus Jessica Wongso menurut Rismon sangat penting, terlebih di penghujung masa jabatannya.
Karenanya, melalui unggahan videonya Rismon kembali mengingatkan Kapolri untuk bertindak mengikuti hati nurani.
“Sayang jika diabaikan, sebab inilah momen terbesar bagi Anda untuk membenahi dan mencari tahu siapa Dalang atas perbuatan M. Nuh dan Hariman Rianto,” pungkasnya.***