News

Rismon Sianipar Kembali Bongkar Perekayasaan CCTV 4 di Kasus Jessica Wongso, Perubahan Warna Lagi?

Oleh: Nadya Donna Putri Jumat 01 Mar 2024, 19:59 WIB
Rismon Sianipar Kembali Bongkar Perekayasaan CCTV 4 di Kasus Jessica Wongso, Perubahan Warna Lagi?

AYOJAKARTA.COM -- Setelah sebelumnya Rismon Sianipar mengabarkan kalau sosok Muhammad Nuh Al-Azhar sebagai perekayasa CCTV yang dipidanakan, ternyata ada sosok lain lagi.

Rismon Sianipar mengungkapkan kalau sosok yang ia sebut kali ini juga melakukan perekayasaan pada CCTV 4.

Perekayasaan CCTTV 4 tersebut seperti pada perekayasaan CCTV 2 yang mengubah warna tetapi berbeda.

Baca Juga: Tempuh Jalur Hukum untuk Membuka Kasus Jessica Wongso ke Layanan Pengaduan, Ini yang Dialami Rismon Sianipar Saat Coba Membongkar

Benarkah kabar tersebut? Berikut informasi selengkapnya dikutip AyoJakarta.com dari video di YouTube Sarang Informasi:

Rismon Sianipar menyebutkan bahwa sosok Christopher Hariman Rianto juga melakukan perekayasaan CCTV.

“Begitu jahatnya ya. Christopher Hariman Rianto ini ya membuat video CCTV itu, CCTV 4 itu menjadi keruh,” ujarnya.

Rismon Sianipar mengatakan kalau CCTV 4 itu dibuat menjadi keabuan dan menyebabkan warnanya kabur.

Baca Juga: Rismon Sianipar Sayangkan Hakim Kasus Jessica Wongso yang Tidak Kritis Terhadap Kesaksian Muhammad Nuh Al Azhar

“Tetapi justru mereka buat kaburkan dan keabuan,” ujarnya menjelaskan perbedaan warna dari aslinya.

Kemudian ia menanyakan dalam video tersebut kepada KAPOLRI apakah ini termasuk penanganan yang scientific investigation.

“Inilah parahnya. KAPOLRI, apakah ini penanganan yang scientific investigation?” tanyanya dalam video tersebut.

Rismon Sianipar malah mengatakan kalau itu adalah penanganan secara abal-abal atau tidak benar.

Baca Juga: Penuh dengan Rekayasa, Rismon Sianipar Desak Jaksa Agung Investigasi Ulang Kasus Jessica Wongso: Jangan Biarkan Citra Kejaksaan Dirusak Oleh…

Ia juga menyebutkan kalau tindakan ini menghancurkan informasi warna pada video asli agar tidak bisa dibandingkan.

“Ini adalah penanganan abal-abal gitu ya. Penanganan bagaimana diperhancur itu dihancurkan informasi warna tersebut agar tidak bisa dibandingkan,” jelasnya.

Rismon Sianipar yakin bahwa tindakan ini dilakukan karena tidak ada perbedaan warna sama sekali.

“Saya yakin kenapa mereka menghancurkan informasi warna itu karena tidak ada perbedaan warna sama sekali,” jelasnya.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil