News

Presiden Prabowo Mau Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, MUI: Jangan Disamakan dengan Rencana Trump!

Oleh: Muhammad Nandava Prapdhianto Senin 14 Apr 2025, 17:15 WIB
residen Prabowo Mau Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia

AYOJAKARTA.COM – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, menanggapi wacana Presiden Prabowo soal evakuasi sementara warga Gaza ke Indonesia.

Ia menilai bahwa inisiatif kemanusiaan tersebut dapat dipahami, namun tetap membutuhkan kajian mendalam agar pelaksanaannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik.

Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, ia menyebutkan bahwa hal ini memperlukan kajian lebih lanjut. 

Baca Juga: Bisa Lakukan 3 Cara Ini! Cara Cek Kendaraan Kena E Tilang (ETLE) secara Online lewat HP

Menurut Amirsyah, gagasan evakuasi yang mencakup seribuan anak-anak, perempuan, dan yatim piatu tersebut sejatinya bukan hal baru, karena sudah sempat dilontarkan Prabowo sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Namun, ia mengingatkan bahwa wacana tersebut kini kembali menjadi sorotan dan memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.

"Ini karena ada kemiripan dengan ide relokasi yang pernah disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump," ungkapnya.

MUI secara tegas menolak rencana relokasi permanen yang digagas oleh pemerintahan Trump, karena dinilai sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional yang bahkan lebih kejam dari praktik pembersihan etnis.

Amirsyah juga mengkhawatirkan bahwa wacana evakuasi yang disampaikan Presiden Prabowo bisa disalahartikan dan berdampak pada pecahnya konsolidasi dukungan dari masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Segera Cair, Ini Cara Cek Status Kepesertaan KPM di DTSEN!

Ia pun menyerukan agar masyarakat tetap solid dalam memberikan dukungan terhadap Gaza.

"Kami berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terjalin dengan kuat untuk membela Palestina hingga merdeka," ujarnya.

Presiden Pastikan Evakuasi Hanya Bersifat Sementara

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana evakuasi terhadap sekitar 1.000 warga Gaza untuk keperluan pemulihan sementara.

Dalam upaya mendapatkan dukungan internasional, Prabowo melakukan kunjungan diplomatik ke lima negara di Timur Tengah, yaitu Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania.

Dalam pernyataan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum keberangkatannya ke Abu Dhabi pada Rabu, 9 April 2025.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa evakuasi bersifat sementara dan tidak ditujukan untuk relokasi permanen.

"Mereka di sini hanya sementara sampai pulih kembali, dan ketika kondisi Gaza sudah memungkinkan, mereka harus kembali ke tempat asalnya. Saya kira itu sikap Pemerintah Indonesia," jelas Prabowo.

Baca Juga: 7 Tips Beli iPhone 16 yang Lagi Viral, Biar Kamu Tak Menyesal Kena Tipu!

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pemaksaan

Menteri Luar Negeri Sugiono turut memperkuat pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa evakuasi akan dilakukan atas dasar sukarela dan persetujuan semua pihak terkait.

"Semua pihak harus menyetujui rencana ini. Jadi, tidak dalam konteks relokasi permanen, melainkan untuk membantu sesama—terutama anak-anak yatim piatu di Gaza," kata Sugiono pada Jumat, 11 April 2025.

Pemerintah Indonesia menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari misi kemanusiaan dan akan dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian dan koordinasi intensif dengan mitra internasional serta otoritas Palestina.***

Reporter Muhammad Nandava Prapdhianto
Editor Jinan Vania Barizky