News

Tanggapi Dinamika Pemilu 2024, Pakar Hukum Tata Negara: Sejarah Pemilu Ini Duit Duit dan Duit

Oleh: Salman Muhammad Ilham Jumat 01 Mar 2024, 07:52 WIB
Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis saat menanggapi dinamia yang terjadi di Pemilu 2024.

AYOJAKARTA.COM - Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, memberikan tanggapan terkait masalah-masalah yang dihadapi pada Pemilu 2024.

Margarito menyampaikan bahwa pemilu itu identik dengan uang, sehingga permasalahan yang terjadi saat ini yang berkaitan dengan dana, merupakan hal yang umum terjadi setiap pemilu berlangsung.

“Soal politik yang dari waktu ke waktu semakin kapitalistik, ini sudah jadi bawaan dasar pemilu, bawaan dasar pemilu pakai duit,” ucap Margarito, dikutip dari Youtube Indonesia Lawyers Club, Jumat (1/3/2024).

Baca Juga: Mudahnya Donasi Kapanpun dan Dimanapun Pakai BRImo

Kemudian Margarito, juga mengomentari terkait keterlibatan aparat dalam pemilu, dimana menurutnya itu merupakan fenomena yang terjadi setiap pemilu dan sudah berlangsung sejak lama di berbagai negara termasuk Indonesia.

“Di 2004, ketemu keterlibatan aparatur, 2009 ketemu, 2014 gila, 2019 celaka punya, 2024 mungkin bukan yang terburuk, yang terburuk 2019,” ucapnya.

Baca Juga: Soal IKN Akan Mulai Ditempati, Jokowi: Saya Tunggu Airportnya Jadi, Jalan Tolnya Jadi

Tahun 2019 dinilai lebih buruk, lantaran terjadi salah satu kasus dimana imam di Bogor sedang melaksanakan shalat namun dikatain gila.

Berbagai dinamika yang terjadi setiap dilangsungkan pemilu, membuat Margarito berpikir bahwa pemilihan Presiden melalui MPR jauh lebih baik.

“Coba kita timbang baik-baik, apakah ini jauh lebih baik (pemilu),  atau Presiden melalui MPR itu jauh lebih masuk akal,” ucapnya.

Menggunakan bansos sebagai alat politik, juga dinilai sebagai sesuatu yang umum terjadi ketika Pemilu.

Baca Juga: TES PSIKOLOGI: Bunga yang Kamu Pilih Menunjukkan Kepribadianmu dan Tantangan yang Harus Kamu Hadapi

Hal-hal yang dinilai bermasalah seperti keterlibatan aparat, penggunaan uang, bansos, dll, menurut Margarito tidak mungkin untuk dihindari.

“Saya kira, mari sebagai bangsa kita betul-betul mesti timbang kembali kelayakan sistem kita ini, sistem pemilu langsung ini,” jelasnya.

Permasalahan yang terjadi saat ini, terjadi juga pada pemilu di tahun-tahun sebelumnya, mulai dari 2004 hingga 2024.

“Sejarah pemilu ini duit duit duit dan duit, tidak ada lain,” ucapnya.

Margarito berpendapat, bahwa sejarah sudah menunjukan bahwa pemilu bergerak dengan uang dan ditentukan oleh berbagai elit.

 

***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Maria Wulan