News

Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Masuk dalam Anggaran RAPBN 2025, Sri Mulyani Komentar Begini

Oleh: Sidiqqi Al Isyan Rabu 28 Feb 2024, 20:00 WIB
Program makan siang gratis dari capres Prabowo-Gibran masuk dalam pembahasan rapat kabinet beberapa waktu lalu.

AYOJAKARTA.COM – Beberapa waktu lalu, Seluruh kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo baru saja mengadakan rapat kabinet.

Dalam rapat tersebut, turut membahas terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun 2025 mendatang.

Mengenai rancangan APBN 2025, juga ada membahas terkait program yang diusung oleh salah satu pasangan calon (Paslon) yang maju dalam Pilpres 2024.

Adapun paslon yang dimaksud yakni paslon nomor urut 02 Prabowo-Gibran yang mengusung program makan siang gratis untuk anak-anak sekolah.

Program makan siang gratis dari capres Prabowo-Gibran masuk dalam pembahasan rapat kabinet beberapa waktu lalu.

Dan tentu dalam APBN 2025 nantinya, jika capres Prabowo Subianto dan cawapres Gibran Rakabuming Raka ditetapkan sebagai pemenang dalam Pilpres 2024 oleh KPU, maka program ini akan dijalankan.

DIketahui dalam rapat tersebut, untuk program makan siang gratis ini nantinya akan dianggarkan Rp15.000 per anak.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilih Satu Gambar Musim Paling Disukai untuk Tahu seperti Apa Karakter Terbaikmu

Dalam hal ini, Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan turut berkomentar terkait program makan siang gratis yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 jika Prabowo terpilih menjadi presiden RI selanjutnya.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa nantinya akan ada defisit antara 2,45% hingga 2,8% dari Gross Domestic Product (GDP).

“Untuk postur awal ini tadi telah disampaikan dari sisi penerimaan negara maupun belanja negara dijaga sehingga defisitnya untuk tadi adalah antara 2,45% hingga 2,8% dari GDP,” ucap Sri Mulyani.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Nomor Berapa Orang yang Paling Bodoh? Jawabanmu Ungkap Segala Hal tentang Dirimu

Dalam hal ini, defisit merupakan sebuah kondisi yang menggambarkan belanja negara yang lebih besar dibandingkan pendapatan.

Ini berarti bahwa nantinya anggaran belanja negara akan meningkat sekitar 2,45% hingga 2,8% dari pendapatan.

Di samping itu, Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa Presiden RI Joko Widodo meminta dirinya untuk betul-betul dapat mengendalikan dari sisi defisit ini.

“Bapak presiden meminta agar itu betul-betul dikendalikan dari sisi defisitnya,” terang Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Reporter Sidiqqi Al Isyan
Editor Aris Abdulsalam