News

Bongkar Kecurangan Pilpres 2024, Okky Madasari: Santri di Pesantren Diberi Rp1 Juta Per Orang untuk Pilih Paslon 02

Oleh: Linda Wati Rabu 28 Feb 2024, 10:50 WIB
Okky Madasari, Sosiolog dan Sastrawan

AYOJAKARTA.COM - Soal isu kecurangan Pilpres 2024 belakangan ini gencar diperdebatkan, salah satunya ditanggapi Okky Madasari seorang Sosiolog dan Sastrawan.

Okky Madasari mengungkap pernyataan mengejutkan terkait isu kecurangan Pilpres 2024.

Ia menyebut bahwa ada sejumlah kecurangan terstruktur yang diduga sengaja dilakukan paslon 02.

Hal itu disampaikan dalam YouTube Abraham Samad yang tayang pada Selasa, 27 Februari 2024.

Baca Juga: Pemilu 2024 Dinilai Banyak Kekurangan, Ganjar: Banyak Komplain, Mulai dari Persentase hingga Sirekap

Okky mengatakan bahwa seminggu sebelum pencoblosan ada keterlibatan otoritas lingkungan agar mengarahkan memilih paslon tertentu.

“Fakta yang paling terlihat adalah otoritas lingkungan itu sangat berperan. Jadi bagaimana Kepala Desa, Lurah, RT/RW lalu juga kemudian polisi itu turut mengarahkan siapa yang harus dipilih, apa akibatnya kalau ini nggak dipilih,” ujarnya.

Selain itu, ia mengaku menemukan ada  pimpinan pesantren yang juga ikut menentukan pilihan dalam Pilpres 2024.

“Temuan kita melihat bahwa pimpinan pesantren itu sangat menentukan pilihan seorang santri,” tuturnya.

Baca Juga: Isu PPP akan Bergabung Koalisi Prabowo, AHY: Penguatan Koalisi Itu Terus Kita Bicarakan

Bahkan yang lebih mengejutkannya lagi, ia menyebut ada money politic di dalam pesantren yang mana kata Okky setiap santri diberikan Rp1 juta untuk memilih paslon 02.

“Ada money politic di pesantren, uang amplop-amplop dan itu besarnya tidak hanya Rp100 ribu-Rp300 ribu. Kita menemukan bahwa pesantren-pesantren seorang santri bisa mendapatkan Rp1 juta per orang untuk memilih paslon 02,” kata Okky.

Dugaan kecurangan lainnya yang diungkap Okky adalah beberapa TPS di Makassar ada yang surat suaranya tertukar sehingga terpaksa pemilu harus ditunda.

Baca Juga: Tanggapan Gibran Rakabuming Mengenai Isu Dirinya dan Jokowi Bergabung Ke Golkar: Tanyakan Pada yang Menyebarkan

Kemudian, adanya perbedaan antara C1 di salah satu pesantren di Sulawesi Tenggara dengan data di Sirekap.

“Saya punya hubungan dekat juga dengan satu pesantren di Sulawesi Tenggara, Baubau. Mereka betul-betul melaporkan perbedaan antara C1 dengan yang di Sirekap,” ujarnya.

Meski kesalahan tersebut telah diperbaiki KPU, tetapi Okky curiga kesalahan itu bukanlah hanya soal kesalahan teknis.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah