AYOJAKARTA.COM - Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei terkait kepuasan masyarakat terhadap pemilu 204.
Hasil survei yang dilakukan LSI, menunjukan bahwa terjadi penurunan kepuasan masyarakat setelah diselenggarakannya pemungutan suara.
Survei pertama dilakukan pada 14 Februari 2024, dengan hasil 45,5% masyarakat menyatakan pemilu sangat jujur dan adil (jurdil), kemudian 48,8% mengatakan cukup jurdil, sehingga total 94,3%.
Kemudian survei selanjutnya dilakukan pada 19-21 Februari 2024, dimana 17,6% mengatakan sangat jurdil, 58,8% mengatakan cukup jurdil, sehingga total 76,4%.
Hasil ini menunjukan adanya penurunan kepuasan pada Pemilu 2024, dari yang awalnya 94,3%, menjadi 76,4%.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, mengatakan bahwa penurunan ini dapat berdampak buruk bagi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Baca Juga: Elektabilitas Prabowo-Gibran Tembus 50,7 Persen, Begini Hasil Survei LSI Denny JA
“kan penurunannya signifikan tuh 10% dan 20%, kalau tren itu berlanjut maka dia minimal dari segi publik itu bisa menimbulkan berkurangnya legitimasi kan, karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap eh proses pemilu menjadi berkurang,” ucap Djayadi Hanan, dikutip dari Youtube Official iNews, Selasa (27/2/2024).
Adapun alasan penurunan tersebut, Djayadi menilai akibat adanya berbagai berita buruk terkait pemungutan suara.
"Hanya dalam waktu 5-10 hari ada penurunan signifikan sampai 10 persen lebih. Menurut saya, salah satu penjelasnya adalah karena setelah pemilu, pemilih terekspos dengan berita-berita tentang perdebatan tentang sirekap atau adanya pemungutan suara ulang dan sebagainya," ucap Djayadi Hanan.
Djayadi memprediksi, apabila survei kembali dilakukan dalam beberapa pekan ke depan, maka tingkat kepuasan dapat kembali menurun apabila berita-berita negatif terus berlanjut.
Selain LSI, belum ada lembaga lain yang melakukan survei terkait jujur dan adilnya Pemilu 204 ini.
Hingga saat ini, berdasarkan quick count dan data sementara dari KPU menunjukan perolehan suara terbesar masih berada pada pasangan Prabowo-Gibran, kemudian dilanjut oleh Anies-Muhaimin, dan terakhir Ganjar-Mahfud.***