AYOJAKARTA.COM -- BLT Mitigasi Risiko Pangan sebesar Rp600.000 yang dinantikan para KPM BPNT murni dan BPNT plus PKH akan dicairkan pada bulan suci Ramadhan tepatnya Maret 2024.
Proses pencairannya akan dilakukan melalui beberapa mekanisme yang akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah.
Selain itu, bantuan berupa beras 10 kg juga sedang dinantikan 22 juta KPM.
Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN Segera Dibuka, Ini 7 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Diincar BUMN
Proses pencairan bantuan ini telah memasuki tahap kedua pada Februari 2024 dan akan disalurkan hingga Juni 2024.
Penyaluran bantuan ini tidak hanya menyasar KPM PKH dan BPNT, tetapi juga KPM yang tergolong dalam keluarga miskin ekstrem berdasarkan data P3KE.
Kabar baik lainnya adalah pemerintah juga akan kembali menyalurkan bantuan pangan berupa daging ayam plus telur di tahun 2024.
Baca Juga: Harga Beras Melejit, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Sebut Beras Subsidi Tidak Naik
Bantuan ini akan diberikan kepada 1,4 juta keluarga rawan stunting atau yang disebut KRS selama 6 bulan.
Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp760 miliar dengan penyaluran dana sebesar Rp380 miliar setiap tiga bulan.
Data penerima bantuan diambil dari BKKBN yang menargetkan keluarga rawan stunting.
Proses administrasi masih dalam tahap pengembangan, namun diharapkan bantuan ini dapat segera diberikan kepada masyarakat.
Jadi bagi KPM PKH dan BPNT yang memiliki anak balita yang terdaftar sebagai KRS berpotensi menerima bantuan daging ayam plus telur ini.
Namun penting untuk dipahami bahwa kepastian penerimaan bantuan ini akan bergantung pada data yang tercatat di BKKBN.***