AYOJAKARTA.COM - Salah satu ahli hukum tata negara, Feri Amsari yang juga pengisi dalam film dokumenter Dirty Vote baru-baru ini mengungkapkan sebuah hal mengejutkan ke khalayak publik.
Diakui oleh Feri Amsari, bahwa dirinya ternyata menerima ancaman yang diberikan oleh oknum aparat tertentu saat melakukan diskusi film Dirty Vote yang sempat heboh beberapa waktu lalu.
Pengakuan tersebut disampaikan Feri Amsari pada sebuah konferensi pers terkait Jaga Pemilu yang dilakukan pada Sabtu (24/2/2024) via daring.
Baca Juga: Film Dirty Vote Sempat Viral, Hasan Nasbi: Mempertebal 'Iman' Datang ke TPS, Reaksi Positif
Dikatakan oleh Feri, ancaman tersebut dirinya terima ketika tengah melakukan diskusi film Dirty Vote di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung Jawa Barat.
Dijelaskan oleh akademisi hukum tata negara ini, bahwa ancaman yang ia terima saat itu bentuknya adalah dengan dilakukan pemadaman listrik pada ruangan tempat acara tersebut digelar.
Meski demikian, Feri mengungkap bahwa acara diskusi saat itu tetap terus berlanjut meski harus dilakukan dengan kondisi gelap-gelapan.
"Karena satu dan lain hal acara diskusi film Dirty Vote di UIN Sunan Gunung Djati semacam diberikan ancaman ya, ruangan kegiatan kami dimatikan oleh oknum aparat tertentu, sehingga gelap gulita," jelas Feri seperti dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube Kompas TV, Minggu (25/2/2024).
Feri pun tegas mengatakan bahwa saat ini persekusi terhadap demokrasi di Indonesia memang nyata adanya dan dia rasakan.
"Saya ingin sampaikan ke teman-teman media, bahwa persekusi terhadap demokrasi itu nyata dan ini terjadi tadi malam," katanya.
Feri mengaku bahwa meski dalam kondisi gelap, mahasiswa peserta acara diskusi enggan untuk meninggalkan ruangan dan tetap berada di tempat untuk tetap melanjutkan kegiatan.
"Sepanjang acara diskusi yang lampu mati itu mahasiswa enggan untuk keluar dan tidak ingin acara dibatalkan," ungkap Feri.
Feri pun menyampaikan bahwa kejadian yang ia alami ini hampir sama ketika kejadian jelang kerusuhan tahun 1998 silam.
"Jadi kami diskusi gelap gulita, jadi kalau teman-teman senior senior yang ada di forum ini, ingat diskusi gelap-gelapan itu pasti ingat masa-masa menuju 98 lah," katanya lagi.
Seperti yang diketahui bahwa film dokumenter Dirty Vote memang sempat heboh beberapa waktu lalu ketika rilis di masa-masa tenang kampanye Pemilu 2024.
Film yang diisi oleh tiga ahli hukum tata negara dan salah satunya Feri Amsari ini memang mengupas segala bentuk kecurangan pada Pemilu 2024 yang disebut telah tersistem dan masif.
Tentu saja film ini lantas menjadi polemik dan kontroversial diberbagai kalangan. Bahkan tak sedikit yang menuduh bahwa film ini dibuat untuk menjatuhkan salah satu paslon jelang Pemilu 2024.***