AYOJAKARTA.COM - Menteri Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa bantuan BLT Mitigasi Risiko Pangan tidak jadi cair di bulan Februari.
Airlangga menyebut bahwa BLT Mitigasi Risiko Pangan akan mulai disalurkan kemungkinan besar pada Maret 2024, atau lebih tepatkan pada bulan Ramadhan.
Diketahui, BLT Mitigasi Risiko Pangan merupakan bantuan baru dari pemerintah sebagai pengganti BLT El Nino yang cair pada November-Desember 2023 lalu.
Terdapat 18,8 juta KPM yang ditargetkan oleh pemerintah yang akan mendapatkan bantuan ini. Dengan metode pencairan yang dapat dilakukan melalui Bank Himbara atau PT Pos Indonesia.
Masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp200.000 untuk setiap bulannya.
Namun, sesuai dengan yang telah diumumkan oleh pemerintah bantuan ini akan disalurkan untuk alokasi tiga bulan sekaligus.
Baca Juga: Apa Benar BLT Mitigasi Risiko Pangan Rp.600.000 Cair Saat Ramadhan? Cek Faktanya di Sini!
Jadi KPM akan menerima bantuan ini dengan dana sebesar Rp600.000 untuk satu kali pencairan.
Dikutip dari Youtube DIARY BANSOS, pada bulan Ramadhan nanti tidak hanya BLT Mitigasi Risiko Pangan yang akan diterima KPM.
Pasalnya, bantuan BPNT tahap 2 akan mulai disalurkan pada masing-masing KPM secara bertahap.
Baca Juga: Cair Ramadhan? Siap-Siap 18,8 Juta KPM akan Terima BLT Mitigasi Risiko Pangan Rp600.000
Diprediksi masing-masing KPM akan menerima bantuan pada bulan Ramadhan sebesar Rp800.000 hingga Rp1 juta.
Kendati demikian, perlu dipahami bantuan BPNT tahap 2 ini belum diinformasikan secara pasti untuk pencairan alokasi satu bulan atau dua bulan sekaligus.
Jika pencairan BPNT tahap 2 disalurkan untuk alokasi satu bulan maka KPM akan menerima Rp800.000, dengan rincian Rp600.000 BLT Mitigasi Risiko Pangan dan Rp200.000 untuk bantuan BPNT.
Namun, jika dialokasikan untuk dua bulan maka KPM menerima bantuan Rp1 juta dengan rincian Rp600.000 BLT Mitigasi Risiko Pangan dan Rp400.000 untuk bantuan BPNT.***