AYOJAKARTA.COM — Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600.000 yang dijanjikan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat melalui program Mitigasi Risiko Pangan belum juga terealisasi.
Kabar ini menimbulkan pertanyaan di kalangan penerima manfaat, terutama terkait dengan kemungkinan pencairan dan mekanisme distribusi yang digunakan.
Pemerintah telah mengumumkan penundaan rencana penyaluran BLT Mitigasi Risiko Pangan sebesar Rp600 ribu yang sebelumnya dijadwalkan pada bulan Februari.
Penundaan ini didasari oleh kenaikan harga kebutuhan pokok yang signifikan menjelang perayaan Ramadhan dan Idul Fitri.
Baca Juga: Apa Benar BLT Mitigasi Risiko Pangan Rp.600.000 Cair Saat Ramadhan? Cek Faktanya di Sini!
"Harga pangan memang relatif naik makanya kita sudah melihat itu, makanya kita siapkan BLT tadi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada Kamis, 22 Februari 2024, dikutip AyoJakarta.com dari situs Suara.com.
Selain itu, menurut penuturan Airlangga Hartarto, penyaluran bantuan ini akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Hal ini disebabkan oleh biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan penyaluran melalui perbankan, terutama karena proses cetak kartu ATM yang memerlukan biaya tambahan.
"Pertama lebih murah. Jadi kalau cost lewat PT Pos sebarkan itu ongkosnya Rp30 ribu, kalau melalui perbankan Rp60 ribu," ungkapnya.
Baca Juga: Cair Ramadhan? Siap-Siap 18,8 Juta KPM akan Terima BLT Mitigasi Risiko Pangan Rp600.000
Kemungkinan penyaluran BLT ini mundur hingga bulan Maret juga tidak dapat dikecualikan, mengingat program Bansos pangan lainnya, seperti BLT El Nino, masih berlangsung.
"BLT nanti akan kita realisasikan untuk Ramadhan," ujarnya usai Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024.
Sebagai catatan, Bansos di tahun 2024 telah disiapkan oleh pemerintah untuk dicairkan dalam semester pertama.
Selain BLT, bantuan lainnya termasuk bantuan pangan beras 10 kg yang telah disalurkan sejak April 2023 dan program Keluarga Harapan (PKH) yang akan diteruskan.***