AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi melantik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada Rabu, 21 Februari 2024.
Pelantikan AHY sebagai menteri di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi membuat pengamat politik Rocky Gerung turut buka suara.
Menurutnya, dilantiknya AHY menjadi Menteri ATR merupakan rezeki hasil pragmatisme.
Bergabungnya Partai Demokrat dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo disebut sebagai taktik atau siasat dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Semacam taktik atau strategi dari SBY untuk memastikan bahwa kabinet Pak Prabowo nanto portofolionya sudah pasti aka nada Demokrat,” ujar Rocky Gerung, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Rocky Gerung Official pada Kamis, 22 Februari 2024.
Baca Juga: Bahas Soal AHY Jadi Menteri Baru, Rocky Gerung: Rezeki Hasil Pragmatisme
“Kan nggak mungkin Pak Prabowo menarik lagi AHY dari kabinetnya kan. Ini semacam keberlanjutan juga yang dipastikan akan menambah keyakinan AHY bahwa dia sudah masuk dalam satu wilayah baru,” sambungnya.
“Yaitu wilayah di mana pragmatism dan ideologi harus dia tukar tambahkan, kan itu dasarnya kalau soal ideologi,” lanjutnya.
Ada hal yang menarik menurut Rocky Gerung setidaknya sampai bulan Oktober 2024, ada dua proksi Jokowi dengan anaknya yakni Gibran Rakabuming dan proksi SBY dengan anaknya, AHY.
Pengamat politik ini menyebut bahwa nantinya banyak yang melihat jika ada persaingan antara Gibran Rakabuming dan AHY sesama anak dari Presiden RI.
Menurutnya AHY yang dilantik sebagai menteri dan masuk dalam kabinet bersama pemerintahan Presiden Jokowi akan menjadi pesaing baru bagi Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Rapat Perdana Kementerian ATR/BPN, AHY Ungkap Fokus Utama dalam 100 Hari
“Kan dua mantan presiden akhirnya punya proksi di kabinet, memang kabinet sedang digodok oleh Pak Prabowo. Jadi orang akan melihat bahwa bagaimanapun aka nada persaingan di situ,” kata Rocky Gerung.
“AHY pasti sedikit banyak sebagai anak Presiden SBY akan bersaing dengan anak Presiden Jokowi kendati belum dilantik,” imbuhnya.
“Kan koalisi itu pasti akan bubar tetapi ritme politik akan ditentukan oleh siapa yang tampil lebih vokal di dalam public opinion,” lanjutnya.
Pengamat politik ini mengatakan bahwa nantinya AHY akan terus diwawancarai, begitu juga dengan Gibran Rakabuming yang meskipun belum dilantik juga akan terus diwawancarai.
“Orang mulai menduga kalau AHY diwawancara untuk isu apa itu pasti ada pilihan SBY, kalau Gibran diwawancara untuk isu apa aja pasti ada pikiran Jokowi bukan pikiran Prabowo loh,” ungkap Rocky Gerung.
“Jadi kelihatannya ada dua raja atau mantan raja yang sekarang punya dua pion di dalam politik Indonesia, Jokowi punya pion namanya Gibran, Pak SBY punya pion namanya AHY,” tambahnya.***