AYOJAKARTA.COM - Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Hadi Tjahjanto sebagai Menko Polhukam dan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Acara pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 21 Februari 2024.
Usai dilantik, AHY menulis beberapa ucapan syukur di akun X-nya.
Dia menulis:
Ya Allah, berilah saya dan keluarga kekuatan, petunjuk dan bimbingan untuk terus memberikan karya terbaik bagi rakyat, bangsa dan negara, sebagai bukti bakti saya kepada Almamater tercinta, Lembah Tidar.
Kemarin 20 Februari 2024, saya mendapatkan amanah dari Bapak Presiden @jokowi. Sebagai yunior, sekaligus anggota Koalisi Bapak @prabowo tentu saya perlu melaporkan amanah tersebut pada beliau. Kesolidan koalisi hanya dimungkinkan oleh komunikasi dan koordinasi yang intens dan sangat erat. Alhamdulillah, beliau bukan hanya senang tetapi juga sangat mendukung dengan amanah yang telah saya terima dari Bapak Presiden Joko Widodo. Terima kasih Pak Prabowo, semoga Bapak sehat selalu.
Masuknya AHY dalam sisa waktu Kabinet Indonesia Maju memunculkan kembali kisahnya saat "ditendang" oleh kubu 01.
Seperti diberitakan sebelumnya oleh ayojakarta, pada akhir Agustus 2023, kubu Calon Presiden Anies Baswedan secara mengejutkan mengumumkan menggandeng Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk menjadi calon wakil presidennya.
Cak Imin adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sebelumnya bergabung dengan koalisi Indonesia Maju pimpinan Prabowo Subianto.
Pengumuman ini terbilang mengejutkan.
Pasalnya Anies yang memimpin Koalisi Perubahan dan Persatuan diperkirakan dan digadang-gadang akan menggandeng Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai wakilnya.
Bahkan dia menyatakan maksudnya itu secara tertulis dalam sebuah surat tulisan tangan yang fotonya beredar luas di media sosial.
Pengumuman perubahan cawapres itu disambut murka oleh pendukung AHY.
AHY sendiri dalam pidatonya di kantor DPP Demokrat di Jakarta, Senin 4 September, AHY menggarisbawahi soal etika berpolitik dan kepercayaan.
“Karena perjuangan Partai Demokrat telah dilukai oleh mereka yang tidak jujur serta telah melanggar komitmen dan kesepakatan. Bagi Demokrat, ini sesuatu yang fundamental,” tegas AHY.
Terlepas dari keputusan Anies yang tidak jadi menggandeng AHY, Anies pernah mengatakan bahwa AHY memang kurang pengalaman dalam dunia politik.
Hal itu dia sampaikan dalam talkshow di channel YouTube Abraham Samad SPEAK UP.
"Perlu saya sampaikan, mas AHY ini pribadi yang hebat memiliki kemampuan belajar yang cepat. He is fast learner, he is very smart, extremely smart," katanya, dikutip Kamis, 22 Februari 2023.
"Tapi kalo ada mengatakan Pak AHY ini belum punya pengalaman, ya betul. Tetapi beliau cepat sekali belajar bahkan memimpin partai pun yang relatif baru itu punya kemampuan belajar yang luar biasa," lanjut Anies.