AYOJAKARTA.COM - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi dilantik menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) pada Rabu (21/2/2024).
Usai dilantik, AHY menerima titipan khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Tiga hal utama yang dititipkan Presiden Jokowi kepada AHY di antaranya, pertama AHY diminta perluasan sertifikasi elektronik secara masif untuk mencegah ketimpangan dan mengatasi kasus-kasus permasalahan yang dihadirkan oleh mafia tanah.
Baca Juga: AHY Resmi Dilantik Jadi Menteri ATR, Rocky Gerung Sebut Akan Ada Persaingan dengan Gibran
Selain itu, kata Ketua Umum Partai Demokrat ini, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya memperkuat sistem untuk menindak oknum-oknum yang memang harus didisiplinkan dan ditertibkan.
"Bagaimana kita memperluas secara masif sertifikasi elektronik mencegah terjadinya ketimpang tindihan dan juga kasus-kasus permasalahan yang dihadirkan oleh para mafia tanah termasuk oknum-oknum yang memang harus didisiplinkan dan ditertibkan," ucap AHY dikutip AyoJakarta.com dari Youtube Kompas TV pada Rabu (21/2/2024).
Kedua, lanjut AHY dirinya diminta untuk melakukan pengawalan terus menerus terhadap revisi Peraturan Pemerintah (PP) yang berkaitan dengan Hak Guna Usaha (HGU) dalam perdagangan karbon. Ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi perdagangan karbon di Indonesia.
"Bagaimana kita bisa mengawal terus ada revisi PP yang ditujukan terkait dengan HGU carbon trading," katanya.
Ketiga, dirinya juga diminta untuk mencapai target ambisius 120 juta bidang tanah untuk Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan dan manajemen yang kuat diperlukan untuk meraih target tersebut.
"Nah ini semua perlu kepemimpinan perlu manajemen, saya hadir tentunya dengan spirit itu," tegasnya.
Ia menyatakan komitmennya untuk belajar cepat dan mencari informasi secara lengkap dalam waktu yang akan datang.
Ia juga berencana untuk bekerja secara paralel di lapangan untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan tugasnya.
"Saya akan belajar cepat, Insyaallah akan segera mencari informasi secara lengkap dalam hari-hari atau minggu-minggu depan ini dan sekaligus secara paralel bekerja di lapangan karena saya ingin meyakinkan itu sukses," paparnya.
Ia mengaku telah meminta pandangan dan masukan dari mantan Menteri ATR BPN, Hadi Tjahjanto, untuk memperkaya wawasannya.
Baca Juga: Update Bocoran Menteri Prabowo-Gibran, AHY jadi Menteri ATR/BPN Pagi Ini, Ternyata Sebelumnya…
Ia menyadari bahwa gebrakan-gebrakan yang diharapkan membutuhkan waktu, oleh karena itu fokusnya saat ini adalah menyelesaikan segala sesuatu yang telah dikerjakan sebelumnya.
"Tentu kalau berbicara secara realistis 8 bulan gebrakan-gebrakan yang dibayangkan itu saya rasa kita lebih fokus pada menuntaskan segala sesuatu yang telah dikerjakan selama ini," tutupnya.***