AYOJAKARTA.COM - Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah resmi dilantik sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pelantikan AHY sebagai Menteri ATR/BPN dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34/P Tahun 2024.
Usai dilantik sebagai Menteri ATR/BPN, AHY bercerita bahwa saat dipanggil Presiden Jokowi ke Istana dirinya tidak tahu apa agendanya.
Lalu ketika hadir di Istana, Presiden Jokowi meminta agar AHY dapat bergabung ke kabinet dan akan dilakukan pelantikan pada Rabu (21/2/2024).
Setelah itu, tak lupa juga ia pergi menghadap Prabowo Subianto untuk meminta restu kepadanya.
“Saya segera menghadap ke Pak Prabowo Subianto juga bagaimanapun beliau adalah pemimpin Koalisi Indonesia Maju ke depan untuk mendapatkan basic juga, restu juga,” kata AHY yang dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompastv Pontianak.
Terkait pelantikannya, AHY juga mengatakan bahwa Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersyukur dirinya menjadi menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo.
Ia mengatakan pelantikannya hari ini merupakan sebuah momentum Partai Demokrat dapat kembali ke pemerintahan.
“Beliau (SBY) tentunya juga bersyukur karena ini menjadi sebuah momentum Partai Demokrat kembali ke pemerintahan,” ujarnya.
Suami Annisa Pohan pun mengaku bersyukur karena setelah sembilan tahun lamanya Partai Demokrat berada di luar pemerintahan dan hari ini menjadi momentum yang bersejarah.
“Banyak yang mungkin belum menyadari bahwa Demokrat selama sembilan tahun empat bulan berada di luar pemerintahan dan ini sebuah momentum yang sangat bersejarah karena alhamdulilah apa yang kami perjuangkan selama ini lebih direalisasikan,” ujarnya.
AHY juga menilai partainya akan lebih mudah berkontribusi dan memperjuangkan kepentingan rakyat karena telah berada di pemerintahan.
"Karena kebijakan itu di tangan eksekutif, walaupun perjuangan di parlemen juga sangat penting," ujarnya.
AHY menegaskan akan bertanggung jawab menyelesaikan program-program di Kementerian ATR/BPN dalam delapan bulan terakhir ini.***