News

Bertemu Jokowi, Surya Paloh 'Tega' Tinggalkan Anies Baswedan, Cak Imin Menyusul? M. Qodari: Jauh dari Mengejutkan, Isi Pertemuannya...

Oleh: Sulistiyaningsih Rabu 21 Feb 2024, 13:59 WIB
Muhammad Qodari alias M. Qodari, seorang pengamat politik dan peneliti Indonesia, turut buka suara terkait pertemuan antara Jokowi dan Surya Paloh.

AYOJAKARTA.COM – Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai NasDem tengah menjadi perbincangan publik.

Pertemuan tersebut banyak memunculkan spekulasi di masyarakat karena diketahui bahwa NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024 ini.

Muhammad Qodari alias M. Qodari, seorang pengamat politik dan peneliti Indonesia, turut buka suara terkait pertemuan antara Jokowi dan Surya Paloh.

“Kalau versi saya yang saya tahu itu inisiatif dari Bang Surya,” ujarnya, dikutip AyoJakarta.com dari unggahan YouTube COKRO TV pada Rabu, 21 Februari 2024.

“Sebetulnya Pak Surya itu mengajukan Anies lebih pada sebuah taktik dan strategi elektoral,” sambungnya.

Baca Juga: Anies dan Ganjar Sepakat Gulirkan Hak Angket soal Dugaan Kecurangan Pemilu, Ini Jawaban Presiden Joko Widodo

Direktur Eksekutif Indo Barometer ini mengatakan bahwa sebenarnya Surya Paloh memiliki hubungan yang hangat dengan Presiden Joko Widodo.

Menurutnya di tahun 2013-2024, NasDem merupakan partai pertama yang menyebut bahwa Jokowi sebagai calon presiden.

“Menurut saya betul-betul hangat, tetapi balik lagi aktor politik ini kan sebetulnya punya logikanya dan jalan pikiran dan kepentingannya sendiri,” kata M. Qodari.

“Karena itu nggak perlu terlalu ideologis banget, sebetulnya dalam pengambilan keputusan politik di Indonesia ini sesuatu yang sangat ideologis itu jarang,” lanjutnya.

Pengamat politik ini mengatakan bahwa ketika mengajukan Anies Baswedan sebagai capres dilakukan secara mendadak oleh Surya Paloh dan tidak diomongkan terlebih dahulu kepada Presiden Jokowi.

Baca Juga: Inikah Wujud Salam 4 Jari? Kubu Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud Rencana Kolaborasi Ungkap Bukti Kecurangan Pemilu 2024

Sementara Presiden Joko Widodo sudah memiliki satu pemikiran di kepalanya mengenai desain politik, sehingga terjadi ketegangan dan kekakuan dalam hubungan keduanya belakangan ini.

Namun, kata dia, pada akhirnya di awal Januari atau akhir Desember 2023 sudah terjadi pertemuan antara Surya Paloh dan Jokowi.

Maka dari itu menurutnya pertemuan antara Surya Paloh dan Presiden Jokowi setelah Pilpres berlangsung tidak mengejutkan lagi.

“Pertemuan kali ini jauh dari mengejutkan, mungkin waktu kemarin itu juga pertemuan bilang, oke gini ya bro kita coblosan dululah habis coblosan kita segera ketemu kita lihat nanti siapa yang menang lah,” tutur M. Qodari.

“Bagaimana isi pertemuan pada hari ini ya sebetulnya mungkin sudah dipikirkan bahkan sudah disepakati mereka pada waktu itu. Sebetulnya sudah ada pembicaraan-pembicaraan dan semua itu sekarang mengkonfirmasi saja yang sudah dibicarakan,” sambungnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Mendukung Hak Angket yang Diusulkan Ganjar Pranowo

“Hemat saya sekali lagi bahwa kira-kira intinya itu adalah Pak Surya Paloh masih mendukung Pak Jokowi setidaknya sampai dengan akhir masa jabatan,” lanjutnya.

Menurutnya, ada kemungkinan besar NasDem akan merapat kembali ke pemerintahan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bersama PKB juga akan mengikuti jejak NasDem.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Tedi Rukmana