News

Penghitungan Suara Pemilu 2024 Amburadul, Mahfud MD Minta Aplikasi Sirekap Diaudit

Oleh: Riky Iskandar Selasa 20 Feb 2024, 21:54 WIB
Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM -- Penghitungan suara Pemilu 2024 menjadi sorotan setelah munculnya berbagai kontroversi terkait keakuratan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Amburadulnya aplikasi Sirekap mendapat sorotan dari Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD.

Menurutnya, pentingnya audit digital terhadap Sirekap guna menjaga integritas proses demokrasi.

Mahfud MD menambahkan masyarakat di seluruh Indonesia prihatin dengan amburadulnya proses peghitungan suara terutama dalam penggunaan aplikasi Sirekap yang telah memicu kecurigaan.

Baca Juga: Kecurangan Pemilu 2024: Bawaslu Temukan 19 Masalah dalam Pemungutan dan Perhitungan Suara

Usulan untuk melakukan audit digital forensik terhadap Sirekap menjadi suara yang semakin kencang.

"Bukan hanya TPN, masyarakat pada umumnya di seluruh Indonesia itu mempersoalkan Sirekap bahkan sudah ada yang mengusulkan tentang audit digital forensik terhadap Sirekap itu," kata Mahfud MD dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Selasa (20/2/2024).

Ia menegaskan perlunya audit menyeluruh terhadap Sirekap dan sistem data server KPU untuk mengembalikan kepercayaan publik.

"Nah itu sebabnya, lalu menimbulkan kecurigaan. Oleh sebab itu perlu diadakan audit digital terhadap Sirekap dan sistem data server KPU-nya sekalian," ucapnya.

Baca Juga: Hasil Perhitungan Suara KPU Sudah Mencapai 72,62 Persen, Prabowo-Gibran Unggul di Atas 58 Persen

Audit tersebut kata mantan Menko Polhukam itu tidak boleh dilakukan lembaga yang berwenang, melainkan oleh lembaga independen yang melibatkan para ahli dari berbagai perguruan tinggi.

"Menurut saya bukan lembaga yang berwenang yang mengaudit karena ini soal politik dan kepercayaan publik, harus lembaga independen dan para ahli IT dari berbagai perguruan tinggi," ujarnya.

Selain itu, kecurigaan juga muncul terkait kontrak Sirekap dengan Alibaba yang melibatkan distribusi data melalui luar negeri.

Hal ini menimbulkan pertanyaan akan keamanan dan transparansi data yang perlu dijawab melalui proses audit yang transparan dan independen.

"Apa betul itu kontraknya dengan Alibaba dengan sistem distribusi datanya lewat China, Singapura dan Perancis? Itu kan harus diaudit karena itu yang menemukan orang lain. Selama ini, rahasia itu baru dijelaskan di situ bahwa ya tetapi tetap dikendalikan dalam negeri tapi kenapa tidak sejak dulu terbuka," ungkapnya.

Baca Juga: Dede Sunandar Partai Apa dan Dapil Berapa? Cek Profil dan Biodata Lengkap Hasil Suara Pemilu 2024

Meskipun anggota KPU menyatakan kesiapan untuk diaudit, Mahfud MD menekankan pentingnya melibatkan lembaga independen dari luar bidang kekuasaan pemerintah untuk menjaga objektivitas dan kejujuran proses audit.

Dengan demikian, audit digital forensik terhadap Sirekap menjadi langkah penting dalam menjaga kredibilitas KPU dan integritas proses demokrasi.

"Itu dilakukan di luar soal proses hukum ke MK, itu soal lain. Ini soal kredibilitas KPU-nya saja ini siapa yang mengendalikan KPU melakukan hal seperti itu," tandasnya.***

Reporter Riky Iskandar
Editor Fathul Amanah