News

Rismon Sianipar Desak Jaksa Kasus Jessica Wongso untuk Mengaku Pakai CCTV Rekayasa

Oleh: Nisrina Harum Lestari Senin 19 Feb 2024, 21:37 WIB
Rismon Sianipar Desak Jaksa Kasus Jessica Wongso untuk Mengaku Pakai CCTV Rekayasa

AYOJAKARTA.COM – Saksi Ahli Kasus Jessica Kumala Wongso yaitu Rismon Sianipar mendesak Jaksa Ardito Muwardi untuk mengaku menggunakan rekaman CCTV yang sudah direkayasa oleh Muhammad Nuh Al-Azhar.

Rismon Sianipar meyakini bahwa jaksa yang menangani kasus Jessica Kumala Wongso menggunakan rekaman CCTV yang sudah direkayasa.

Untuk itu, Rismon Sianipar mengajak para jaksa yang terlibat dalam penanganan perkara Jessica Kumala Wongso untuk mengakuinya.

Baca Juga: Jokowi Buka Suara terkait Pertemuannya dengan Surya Paloh: Bicara Masalah Politik Biasa

“Saya ingin memberikan imbauan kepada anda karena anda walaupun anda jaksa dengan jabatan tinggi sekarang, anda adalah seorang manusia. Saya yakin anda masih memiliki nurani sebagai manusia. Saya ingin mengajak anda untuk ayo akuilah bahwa kalian telah menggunakan video CCTV hasil rekayasa Muhammad Nuh Al-Azhar,” kata Rismon dikutip dari kanal YouTube Balige Academy, Senin (19/2/2024).

Rismon mengungkapkan dirinya sudah mengantongi sebanyak 30 bukti jaksa menggunakan rekaman CCTV yang sudah direkayasa.

Menurutnya, jika jaksa tidak segera mengakui kesalahannya maka publik akan menilai bahwa jaksa telah berkomplot dengan Muhammad Nuh.

“Anda sebagai ketua tim jaksa saat itu ayo gentleman lah, mengaku, keluarlah kalian dan mengaku salah. Saya sudah mengumpulkan 30 bukti ilmiah bahwa kalian menggunakan video CCTV yang sudah direkayasa Muhammad Nuh. Jika kalian tetap diam, tetap bersembunyi, dan takut, maka publik akan menyimpulkan bahwa kalian keenam jaksa itu berkomplot dengan Muhammad Nuh,” ungkapnya.

Rismon mengaku sampai detik ini masih percaya bahwa para jaksa adalah korban dari Muhammad Nuh.

Baca Juga: Bocoran Pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan dan Bansos Reguler dari Pemerintah, Pastikan Ambil di Kantor Pos!

Ini karena Rismon menilai para jaksa tidak begitu memahami rekayasa digital bidang video dan gambar.

Rismon juga menyesalkan jaksa yang tidak mendengarkan argumennya pada saat persidangan berlangsung.

“Meskipun saya sangat menyesalkan kenapa kalian tidak mendengarkan opini saya, argumen saya, kalian hanya mempertentangkan sumber TV untuk menang-menangan. Padahal bukan itu saja analisa saya pada saat persidangan itu. Ada analisis BAP saya tapi kalian tidak bahas sama sekali, kalian anggap itu tidak ada. Di sinilah letak kelemahan kalian sebagai jaksa untuk menang-menangan agar karir kalian naik,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Jinan Vania Barizky