AYOJAKARTA.COM – Pesta demokrasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali ini ternyata bukanlah sebuah pesta yang biasa.
Hal tersebut dikarenakan, setiap musim Pemilihan Umum (Pemilu) banyak sekali makan korban jiwa, hal tersebut mayoritasnya dikarenakan kelelahan.
Pada Pemilu sebelumnya juga diinformasikan telah banyak memakan jiwa akibat pesta demokrasi ini, dan kini kembali terjadi.
Baca Juga: Rismon Sianipar Desak Jaksa Kasus Jessica Wongso untuk Mengaku Pakai CCTV Rekayasa
Dikutip ayojakarta.com melalui laman rri.co.id, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada sekitar 57 orang petugas baik itu KPPS maupun non KPPS yang dilaporkan meninggal dunia pada Pemilu 2024.
Kemenkes menyebutkan laporan tersebut terhitung mulai tanggal 10 Februari hingga 17 Februari 2024.
Diketahui jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia ada di 14 provinsi.
Dimana pada tanggal 10 hingga 15 Februari 2024, ada petugas KPPS yang meninggal dunia di sembilan Provinsi.
Baca Juga: Jokowi Buka Suara terkait Pertemuannya dengan Surya Paloh: Bicara Masalah Politik Biasa
Adapun rinciannya yakni di Sumatera Utara 2 kasus, Sumatera Selatan 2 kasus, Riau 1 kasus, Sumatera Barat 21 kasus, Banten 2 kasus, DKI Jakarta 6 kasus, Jawa Barat 13 kasus, dan Jawa Tengah 11 kasus.
Selanjutnya, ada juga di Yogyakarta 1 kasus, Jawa Timur 12 kasus, Kalimantan Barat 2 kasus, lalu Kalimantan Timur 1 Kasus, Sulawesi Selatan 2 kasus, dan Sulawesi Utawa 1 kasus.
Selain itu, Kemenkes juga mengeluarkan data terkait petugas KPPS yang mengalami kesakitan, yang mana juga terbilang tinggi angkanya.
Namun, banyak diantara mereka yang mengalami sakit dikarenakan komorbid atau penyakit bawaan.
Adapun penyakit bawaan yang diderita oleh petugas KPPS yakni seperti penyakit jantung hipertensi, ISPA, Nasofaringitis, Myalgia dan Dispepsia.
Sehingga tren kematian tentang petugas KPPS maupun non KPPS tertinggi berada pada tanggal 14 hingga 15 Februari 2024, tepatnya saat dilakukan pencoblosan.
Dan pada tanggal 16 Februari angka meninggal dunia para petugas langsung menurun menjadi lima kasus, dan pada tanggal 17 Februari tidak ada kasus kematian lagi.
Menanggapi banyaknya angka meninggal dunia para petugas KPPS, maka Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengungkapkan bahwa para petugas KPPS udah sadar bahwa kesehatan lebih penting.
Dan harapannya petugas KPPS juga telah menyadari dan mengetahui bahwa resiko kesehatan yang mungkin dihadapi selama bertugas pada Pemilu.
Heru Budi juga berharap agar kesehatan para Petugas KPPS terus dilakukan, terutama saat menjelang Pemilu selanjutnya, sehingga nantinya angka kesakitan dan kematian petugas KPPS bisa sampai nol kasus.
"Rata-rata mereka (petugas KPPS) punya komorbid, ada darah tinggi, ada diabetes. Mungkin yang akan kami lakukan sebelum jadi anggota KPPS diskrining dulu," ucap Heru Budi.