News

Nilai Pertemuan Jokowi dengan Surya Paloh, Rocky Gerung: Dia Datang ke Istana karena Kepentingan atau Watak?

Oleh: Sidiqqi Al Isyan Senin 19 Feb 2024, 18:09 WIB
Jokowi dan Surya Paloh

AYOJAKARTA.COM – Baru-baru ini, masyarakat dibuat heboh dengan kehadiran Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Negara.

Pertemuan Surya Paloh dengan Joko Widodo tentu membuat banyak para aktivis serta pakar politik heran.

Pasalnya Surya Paloh merupakan sosok yang pada Pilpres 2024 ini sangat menentang bahkan partai yang mengusung Perubahan.

Adapun salah satu sosok yang turut mengomentari pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi ini adalah Rocky Gerung.

Baca Juga: Presiden Jokowi dan Surya Paloh Bertemu, Mahfud MD: Masa Minta Tanggapannya ke Saya?

Rocky Gerung menanggapi pertemuan tersebut dengan sebuah pertanyaan.

“Saya mesti bandingkan kehadiran Surya Paloh di Istana itu atas dasar kepentingan atau atas dasar watak, kira-kira itu dilemanya,” kata Rocky Gerung dikutip ayojakarta.com dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (19/2/2024).

Rocky mempertanyakan hal tersebut dikarenakan jika atas kepentingan, maka ia menilai Partai NasDem saat ini sudah terganggu dan ingin mencari akses kekuasaan atau jabatan.

Namun jika atas dasar watak, Rocky menilai tidak percaya Surya Paloh akan meminta jabatan pada Jokowi.

“Kalau atas kepentingan pasti NasDem mulai terganggu dan berupaya untuk cari akses kekuasaan, tetapi kalau atas pertimbangan watak, saya enggak percaya bahwa Surya Paloh akan meminta jabatan pada Jokowi,” ucap Rocky.

Baca Juga: Soal Memajukan Indonesia, Mantan KSAD Dudung Abdurachman Yakin Prabowo Subianto Akan Lebih Baik Dibanding Jokowi

Hal tersebut diungkapkan karena ia tahu Surya Paloh adalah sosok yang tidak bisa dibujuk atau minta dibujuk.

“Surya Paloh dari awal mengambil langkah yang memang dia tahu berbahaya tuh, jadi orang kayak Pak Surya Paloh itu nggak mungkin bisa dibujuk oleh Jokowi atau minta-minta dibujuk oleh Pak Jokowi itu,” terang Rocky.

Rocky juga menilai kalau atas dasar watak, maka justru yang mulai cemas itu adalah Jokowi dikarenakan suasana politik di masyarakat sipil yang tidak berhenti karena hasil quick count yang memihaknya.

“Keterangan Istana ini mesti kita ragukan karena ini menunjukkan justru Jokowi mulai cemas sebetulnya karena kegiatan politik di masyarakat sipil tidak berhenti, kendati quick count itu sudah memihak pada Pak Jokowi kan,” ujar Rocky Gerung.

“Jadi kita mesti pastikan bahwa Surya Paloh datang ke situ tetap sebagai koboi bukan sebagai pecundang kira-kira. Apapun isi pembicaraan itu kita ingat watak Surya Paloh dari awal adalah mau menantang Jokowi,” lanjutnya.***

Reporter Sidiqqi Al Isyan
Editor Fathul Amanah