News

Prediksi Pengamat Politik Jika Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Kalah: Ganjar Tergantung Ibu Mega, Kalau Anies...

Oleh: Sidiqqi Al Isyan Senin 19 Feb 2024, 15:13 WIB
Pengamat politik, M. Qodari memprediksi posisi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo jika nantinya kalah dalam Pilpres 2024 ini.

AYOJAKARTA.COM – Pengamat politik, M. Qodari memprediksi posisi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo jika nantinya kalah dalam Pilpres 2024 ini.

Qodari menilai Ganjar Pranowo nantinya akan bergantung kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Hal tersebut dikarenakan Ganjar Pranowo merupakan kader dari PDIP, sehingga setelah kalah dalam Pilpres, maka elektabilitasnya akan kembali menjadi nol.

Dalam arti Ganjar, tidak memiliki elektabilitas seperti sebelum maju pada Pilpres 2024.

Baca Juga: Selamat! Bansos PKH dan BPNT Mulai Dicairkan Khusus Wilayah Ini di PT Pos Indonesia

“Kalau mas Ganjar menurut saya tergantung ibu Mega, jadi mas Ganjar ini kan setelah kalah Pilpres ini dia tuh kembali ke titik nol, dia nggak punya lagi tabungan elektabilitas kayak dia sebelum maju Pilpres ini,” ucap Qodari.

Sehingga menurut Qodari, Ganjar Pranowo akan tergantung dari Megawati karena dirinya merupakan petugas partai.

“Jadi menurut saya dia akan tergantung ibu Mega, dan kelihatannya sudah istilahnya jalann politik itu dia kembalikan betul kepada partai kepada ibu Mega, karena dia petugas Partai,” ucap Qodari.

Selain Ganjar Pranowo, Qodari juga memprediksi Anies Baswedan, dimana Anies sendiri  telah berbicara jika dirinya tetap pada 'garis perubahan'.

“Mengenai mas Anies, rasa-rasanya saya dapat ilham atau dapat gambaran mendengarkan omongan dia pagi ini, dia bilang saya tetap pada garis perubahan,” kata Qodari.

Baca Juga: TOP 10 Kota Wisata Kuliner Terfavorit di Indonesia, Ada Soto Kesawan hingga Tempoyak, Daerahmu Termasuk?

Sehingga, Qodari menilai kalau Anies Baswedan tetap akan berada di luar pemerintahan atau oposisi, karena dirinya akan memelihara suara masyarakat yang tidak puas dengan Joko Widodo.

“Jadi saya kira mas Anies akan tetap berada di luar pemerintahan dan tidak masuk ke dalam pemerintahan, jadi dia kelihatannya mau memelihara suara yang tidak puas kepada pak Jokowi,” nilai Qodari.

Adapun bentuk gerakan yang dibuat Anies Baswedan nantinya bisa jadi berupa maju menjadi Gubernur DKI Jakarta kembali atau kembali bertarung pada Pilpres 2029 mendatang.

“Entah misalnya maju Gubernur DKI Jakarta, entah itu bertarung lagi di Pilpres yang akan datang, tapi hemat saya mas Anies akan mengincar lagi jabatan Gubernur DKI Jakarta, dan akan ada partai politik yang dukung mas Anies lagi, karena dia kan baru sekali jabatan,” sebut Qodari.

Adapun jika Anies masuk dalam kabinet Prabowo-Gibran, maka dipastikan Anies tidak memiliki peluang untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta, pasalnya akan merusak imagenya yang tidak puas dengan Joko Widodo.

Baca Juga: Tes IQ: Jago Matematika? Uji Kecerdasan dengan Selesaikan Soal Ini dalam Waktu Kurang dari 10 Detik!

“Kalau dia masuk dalam kabinet, dia merasa nggak punya peluang lagi ke DKI, satu karena akan dibantu pak Jokowi, yang kedua dia merasa akan rusak imagenya, karena dia kan mengandalkan kepada image yang nggak puas kepada pak Jokowi, enggak puas sama Ahok itu,” terang Qodari.

Untuk itu dapat disimpulkan bahwa jika Prabowo-Gibran berhasil memenangkan Pilpres 2024, maka ada kemungkinan Anies menjadi oposisi, sedangkan Ganjar tergantung partainya.

Dan Kita ketahui partai PDIP ini merupakan partai yang memiliki gen Oposisi jika kalah dalam Pilpres, disamping itu, Partai PDIP merupakan partai yang tinggi dalam perolehan suara di pemilihan calon legislatif (caleg).***

Reporter Sidiqqi Al Isyan
Editor Jinan Vania Barizky