News

Ganjar Pranowo Tanggapi Dugaan Kecurangan di Penghitungan Suara Pilpres 2024: Tak Perlu Marah dan Ikuti Proses

Oleh: Riky Iskandar Minggu 18 Feb 2024, 18:31 WIB
Ganjar Pranowo Tanggapi Dugaan Kecurangan di Penghitungan Suara Pilpres 2024: Tak Perlu Marah dan Ikuti Proses

AYOJAKARTA.COM -- Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, menanggapi dugaan kecurangan dalam penghitungan suara Pilpres 2024 dengan sikap bijak.

Ia mengajak pendukungnya untuk tidak terprovokasi dan mengikuti proses secara tenang.

Menyikapi hasil yang belum final, Ganjar menegaskan bahwa yang masih belum tersedia adalah rekapitulasi data, yang dapat berpengaruh signifikan terutama di luar negeri.

Baca Juga: Suara Ganjar Pranowo Paling Bontot, Alvin Lim Blak-blakan Sebut Mahfud MD Tak Cocok Jadi Pemimpin

"Mari kita lihat dengan hati-hati, tidak perlu marah, silakan ikuti proses," ujar Ganjar dikutip ayojakarta dari Kompas TV pada Minggu (18/1/2024).

Ia meminta para pendukung Ganjar-Mahfud untuk mengumpulkan data publik yang relevan sebagai bagian dari proses klarifikasi.

Ia juga mengatakan peran penting masyarakat sipil dalam memantau proses ini penghitungan suara di Pilpres 2024 ini.

"Para pendukung diharapkan untuk bersama-sama menyuarakan keadilan dengan cerdas dan tenang," katanya.

Baca Juga: Mahfud MD Respons Hoaks yang Ditujukan Kepadanya Terkait Pemilu Curang dan Hubungan dengan Ganjar

Sementara itu, kata Ganjar di tengah situasi ini, masyarakat mulai menampilkan beragam reaksi, termasuk cerita-cerita lucu yang mengalir di media sosial.

Hal ini diharapkan dapat menjadi pengingat akan pentingnya menjaga suasana kondusif dan menjalani proses secara proporsional.

"Masyarakat sipil semua sudah menampilkan cerita-cerita lucu yang ada di setiap titik mudah-mudahan menyadarkan kita semua," ucapnya.

Baca Juga: Ketua TPN Ganjar-Mahfud Aria Bima Tegaskan Tidak Perlu Lagi Ada Pemilu Jika Masih Ada Kecurangan: Tidak Ada Gunanya!

Namun, pertanyaan muncul terkait kejadian yang kurang lucu, seperti adanya TPS dengan jumlah suara yang tidak sebanding dengan jumlah pemilih yang sah, terutama di TPS dengan lebih dari 300 pemilih.

"Apakah ada TPS lebih dari 300, itu kurang lucu?" tandasnya.

Reporter Riky Iskandar
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil