News

Aplikasi Pemilu KPU Sirekap Jadi Sorotan, Pendiri Drone Emprit: Sentimen Netizen Luar Biasa 85 Persen Negatif

Oleh: Karseno AJ Sabtu 17 Feb 2024, 15:09 WIB
Sirekap Pemilu

AYOJAKARTA.COM - Sirekap atau Sistem Informasi Rekapitulasi merupakan salah satu metode untuk mengetahui hasil perhitungan suara secara lebih cepat dan akurat.

Menjadi salah satu aplikasi penting dalam pelaksanaan pemilu 2024, Sirekap justru banyak mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Publik menilai Sirekap banyak mengalami perbedaan antara hasil perhitungan suara dengan foto dokumen C1-Plano unggahan pemilu.

Baca Juga: Rekrutmen CPNS dan PPPK Tahun 2024 Dibuka Bulan Depan, Berikut Instansi untuk Lulusan S1 Hukum

Sehubungan dengan banyaknya keluhan sistem aplikasi Sirekap, Ketua KPU Hasyim Asy'ari memberikan tanggapan.

Menurut Hasyim semua kesalahan yang terjadi menyangkut perhitungan suara akan dilakukan koreksi.

Selain itu, dalam keterangan resminya Hasyim juga menyebut setiap kesalahan yang terjadi murni akibat sistem komputerisasi.

“Kami mohon maaf kalau hasil pembacaannya kurang sempurna, yang paling penting KPU ini gak boleh bohong dan harus ngomong jujur,” jelas Hasyim.

Terkait dengan penggunaan aplikasi perhitungan suara Sirekap, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja memberikan tanggapan.

Menurut Bawaslu, aplikasi Sirekap hanya merupakan alat bantu sementara hasil akhir tetap dilakukan dengan perhitungan secara manual.

“Bahwa Sirekap ini alat bantu, yang paling kita pegang adalah manual nanti rekapitulasi manual, bukan Sirekap,” jelas Rahmat Bagja.

Lebih lanjut, Ketua Bawaslu memastikan bahwa penggunaan formulir C1-Plano ditujukan agar publik bisa melakukan pengamatan dengan lebih mudah.

Baca Juga: Cerita Perawat Paliatif, 5 Penyesalan Terbesar yang Dirasakan Banyak Orang Sebelum Ajal Menjemput

Namun dalam praktiknya, publik justru banyak mendapati sejumlah penggelembungan hasil perolehan suara sehingga menguntungkan salah satu paslon.

Selain terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, kendala terkait dengan akurasi Sirekap juga terjadi TPS 026 Kembangan, Jakarta Barat.

Menurut Rizka yang merupakan salah satu Petugas KPPS TPS 026, kenaikan signifikan terjadi untuk pasangan nomor urut dua.

Perolehan suara pasangan Prabowo-Gibran yang tercatat 80 suara di formulir C1-Plano, mendadak melonjak menjadi 720 suara.

“Untuk perhitungannya adalah sebesar 80 suara, sedangkan di Sirekap yang terbaca adalah 720 suara,” jelas Rizka ketika dimintai keterangan.

Rizka juga menambahkan, untuk pasangan nomor urut satu dan tiga hasil perhitungan Sirekap dengan C1-Plano tidak mengalami perubahan.

Baca Juga: 3 Amalan Persiapan Jelang Ramadhan 2024, Perbanyak Ishtighfar Salah Satunya!

Sehubungan dengan maraknya pemberitaan mengenai Sirekap yang banyak menimbulkan masalah, Pendiri Drone Emprit memberi tanggapan.

Menurut Ismail Fahmi, masih bertahannya Sirekap ke dalam salah satu isu trending mengindikasikan kuatnya perhatian publik terhadap hasil perhitungan suara.

Kendati hanya merupakan alat bantu, banyaknya kesalahan dalam Sirekap menurut Fahmi sangat menimbulkan ketidaknyamanan dan kebingungan di tengah masyarakat.

“Sentimen netizen luar biasa, 85 persen itu negatif, karena banyak sekali keluhan,” jelas Fahmi dikutip Ayojakarta, Sabtu 17 Februari 2024 dari Kompas TV. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky