AYOJAKARTA.COM – Pengamat politik Rocky Gerung memberikan pendapatnya mengenai kata 'silent majority' yang saat ini ramai diperbincangkan di media sosial.
Menurut Rocky Gerung, kata 'silent majority' memiliki arti 'diam tapi menghanyutkan'.
“Silent majority artinya diam tapi menghanyutkan. Dia faktorial di dalam opinion,” kata Rocky Gerung dalam acara Rosi Kompas TV, Kamis, 15 Februari 2024.
Rocky Gerung juga menambahkan bahwa kata ‘silent majority’ yang saat ini terjadi, merupakan sikap diam karena dihanyutkan.
“Tapi dia diam karena dihanyutkan. Dihanyutkan oleh gempita satu putaran, dihanyutkan oleh BLT, dihanyutkan oleh aparat. Itu yang saat ini terjadi,” ungkapnya.
Baca Juga: Hasil Quick Count Prabowo-Gibran Unggul, Rocky Gerung: yang Kalah Ambil Posisi Oposisi
Menurutnya, arti yang sesungguhnya terjadi saat ini tentang kata ‘silent majority’ telah disampaikan dalam film dokumenter Dirty Vote.
Baru-baru ini, kata ‘silent majority’ banyak disebutkan di berbagai platform media sosial. Istilah ini juga sempat disebutkan oleh mantan Gubernur Jawa Barat yakni Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil menjelaskan arti dari istilah itu di Instagram pribadinya pada Rabu, 14 Februari 2024.
“Silent Majority sudah berbicara. Siapa mereka? Mereka yang menyimak namun jarang komen, mereka yang jarang rebut-ribut di medsos tiap akun ini posting #politik,” tulisnya.
Sedangkan, menurut Merriam-Webster, ‘silent majority’ mempunyai arti bagian terbesar dari populasi suatu negara yang terdiri atas orang-orang yang tidak terlibat aktif dalam politik, dan tidak mengungkapkan pendapatnya di muka umum.
Dengan adanya kata tersebut, banyak yang menyebut bahwa sebagian besar pendukung paslon nomor 02 yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, menggunakan strategi itu
Fenomena tersebut akhirnya berhasil mengantarkan paslon paslon 02 unggul dalam quick count sementara.***