News

Sebut ‘Isi Tasnya Kosong’ Jadi Alasan Kampanye Pas-pasan, Apa Visi Misi Komeng?

Oleh: Linda Wati Jumat 16 Feb 2024, 06:32 WIB
Komedian Komeng

AYOJAKARTA.COM - Alfiansyah Bustami alias Komeng, salah satu komedian tanah air yang sukses bikin heboh di Pemilu 2024.

Bagaimana tidak, wajah Komeng dengan fotonya yang nyeleneh tiba-tiba ada di surat suara.

Diketahui Komeng maju sebagai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Jawa Barat 2024.

Rupanya, komedian itu maju nyaleg dengan kampanye pas-pasan bahkan tanpa partai.

Baca Juga: Komeng Usai Didukung Raffi Ahmad Jadi Caleg: Souvenirnya Nanti Ane Kirim Bopak dalam Bentuk Frozen

Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompastv pada Jumat (16/2/2024), Komeng mengungkap alasan mengapai dirinya kampanye pas-pasan.

Bukan Komeng namanya kalau tidak memberikan jawaban jenaka.

Ia mengaku bahwa seseorang yang masuk politik biasanya harus memiliki popularitas, elektabilitas dan isi tas, maksudnya adalah uang, sementara itu isi tasnya kosong.

Baca Juga: Diprediksi Bakal Ada 2 Parpol yang Gabung Pemerintahan Meski Kalah, dari Pengusung AMIN?

“Kan kalo masuk politik itu katanya harus ada tiga tas apa, popularitas, elektabilitas dan satu lagi isi tas. Sedangkan saya tas saya kosong jadi saya tidak banyak menggunakan itu,” ujarnya.

“Jadi maksudnya saya ngasih tahu ya bisalah dengan cara sederhana pun, karena sesederhana sederhana itu mahal kalau saya lihat, tunjang aja udah berapa d isana, belum ati ampela,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan bahwa visi misinya sebagai anggota DPD adalah ingin Indonesia seperti Korea Selatan.

Baca Juga: Komedian Komeng Ungkap Alasan Pasang Foto Unik di Surat Suara hingga Viral di Media Sosial

Di mana negara itu dapat menjajah negara lain dengan seni dan budaya yang mampu menyumbang APBN terbesar bagi negaranya.

“Saya pengen seperti Korea Selatan bisa menjajah negara lain dengan seni dan budaya,“ kata Komeng.

“Katanya itu dari seni budayanya itu hampir double digit buat APBN negaranya sedangkan kita kan lebih luas dari Korea Selatan dan lebih beragam suku-sukunya, Suku Sunda, Suku Jawa, sukuriti, hampir semua ada di Indonesia masa kita nggak bisa,” imbuhnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah