AYOJAKARTA.COM - Presiden Jokowi imbau masyarakat yang melihat kecurangan di Pemilu 2024 untuk bawa bukti ke MK dan ke Bawaslu.
Masyarakat Indonesia diketahui sudah melaksanakan pesta demokrasi pada Rabu 14 Februari 2024.
Bukan hanya pemilihan presiden namun juga pemimpin daerah secara serentak.
Jika melihat hasil quick count di berbagai lembaga, pasangan Prabowo-Gibran diketahui menang telak dengan perolehan di atas 50%.
Baca Juga: Tes IQ: Asah Kemampuan Otak agar Tidak Pikun! Cari 5 Perbedaan pada Gambar Pasangan Ini
Melihat ramainya informasi seputar kecurangan di Pemilu 2024 yang masif di media sosial.
Presiden Joko Widodo pun ikut buka suara dan menyarankan masyarakat untuk lakukan hal ini, bukan hanya teriak-teriak curang seperti dikutip ayojakarta.com dari suara.com.
"Kalau memang ada betul (kecurangan), ada mekanisme untuk ke Bawaslu, mekanisme nanti persidangan di MK (Mahkamah Konstitusi). Sudah diatur semuanya. Janganlah teriak-teriak curang, ada bukti langsung bawa ke Bawaslu, ada bukti bawa ke MK," kata Jokowi di JIExpo, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).
Lebih lanjut soal sengketa pemilu ini, Jokowi merasa tidak mungkin ada kecurangan karena pengawasan yang berlapis-lapis.
"Mengenai kecurangan, caleg itu ada saksi di TPS, partai ada saksi di TPS, capres-cawapres kandidat ada saksi di TPS, di TPS ada Bawaslu, aparat juga ada di sana. Terbuka untuk diambil gambarnya. Saya kira pengawasan yang berlapis-lapis seperti ini akan menghilangkan adanya kecurangan," pungkas Presiden yang sudah memimpin Indonesia selama 2 periode.
Lantas bagaimana respons TPN Ganjar Pranowo dan Timnas AMIN?
Todong Mulya Lubis selaku Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud MD menyebutkan bahwa temuan kecurangan sudah signifitas mengerus integritas pemilu.
"..Dan menurut saya banyak sekali pelanggaran yang sangat signifikan yang menggerus integritas pemilu itu," ujarnya di Posko Pemenangan Ganjar-Mahfud.
Ari Yusuf Amir selaku Ketua Timnas AMIN menyebutkan banyaknya laporan terkait kecurangan di masyarakat dan akan melakukan tindak lanjut.
"Banyak sekali hal-hal yang terjadi di lapangan yg sudah diantisipasi sendiri oleh masyarakat. Nah laporan ini diserahkan kepada kami tim hukum dan kami akan segera mem-followup-nya," ujarnya dikutip dari suara.com***