AYOJAKARTA.COM -- Menjelang pukul 18:00 WIB, sejumlah lembaga survei mulai merilis hasil perolehan perhitungan cepat atau quick count.
Berdasarkan dari perhitungan cepat atau quick count yang dilakukan oleh Litbang Kompas di 2000 TPS, sampai dengan jam tersebut sudah mencpai 56 persen.
Perolehan suara dengan metode quick count atau perhitungan cepat yang cenderung stabil selanjutnya dijadikan sebagai prediksi perolehan suara sementara.
Berdasarkan pada pergerakan tersebut, Sutta Darasaputra selaku Pemimpin Redaksi Harian Kompas memberikan deklarasi perolehan suara.
Menurut Sutta, berdasarkan pada pergerakan perolehan suara tersebut, Kompas menyebut pemilu akan berlangsung satu putaran.
Adapun prediksi pasangan capres-cawapres yang akan keluar sebagai pemenang adalah pasangan nomor urut dua, Prabowo-Gibran.
“Prediksi bahwa pemilu presiden 2024 akan berlangsung satu putaran, yang unggul adalah pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming,” jelas Sutta.
Lebih lanjut, Sutta menyebut bahwa mekanisme prediksi pemenang satu putaran sudah sejalan dengan aturan perundang-undangan.
Selain mencapai lebih dua puluh persen di dua puluh persebaran wilayah, prediksi kemenangan tersebut terjadi karena besarna dukungan masyarakat.
“Perolehan suaranya proporsional, Prabowo-Gibran mendapatkan banyak suara di banyak provinsi,” ungkap Sutta.
Dari hasil perhitungan cepat yang diprediksi Kompas, urutan kedua ditempati pasangan Amin sementara Ganjar-Mahfud di urutan ketiga.
Baca Juga: Usai Nyoblos, Capres Nomor Urut 1 Prabowo Subianto Terciduk Asyik Melakukan Hal Ini di Rumahnya
Sehubungan dengan sudah dirilisnya hasil perhitungan cepat, capres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo memberikan tanggapan.
Menurut Ganjar, hasil perhitungan cepat perolehan suara patut dipertanyakan karena terindikasi meragukan.
“Satu putaran, kamu percaya nggak suara saya segitu, percaya nggak?” ungkap Ganjar ketika dimintai tanggapan oleh awak media.
Sementara itu menurut capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan, proses perhitungan suara masih terus dilangsungkan.
Sehingga publik, menurut Anies Baswedan tidak perlu tergesa-gesa dalam memberikan tanggapan ataupun kesimpulan.
“Jangan terburu-buru, santai saja masih panjang,” jawab Anies ketika dimintai tanggapan oleh awak media.
Di hadapan awak media, Anies juga meminta agar publik tidak tergesa-desa dalam membuat kesimpulan dan tetap menghormati proses.
“Kita hormati KPU sampai proses perhitungan ini selesai,” jelas Anies yang meminta kepada masyarakat untuk tidak terjebak pada proses yang cepat.
Selain menyampaikan sikap optimisnya, Anies juga menilai prediksi kemenangan pemilihan presiden masih terlalu dini untuk dipublikasi.
“Jangan kita tergiring untuk segalanya serba cepat, harus disimpulkan sekarang, kasih waktu pada KPU untuk bekerja, tunggu sampai KPU tuntas,” imbuh Anies. ***