AYOJAKARTA.COM -- Tanpa rasa takut, Rismon Sianipar mencatut para jaksa yang terlibat dalam kasus Jessica Wongso.
Seperti yang diketahui, sejak kasus kopi sianida ini kembali mencuat, Rismon Sianipar tak henti membongkar bukti adanya dugaan rekayasa di kasus ini.
Terbaru, melalui kanal YouTube Balige Academy pada (14/2/24), Rismon menyinggung peran para jaksa yang dinilai sengaja memberatkan Jessica Wongso dalam kasus kopi sianida.
Salah satunya adalah, Rismon Sianipar menyoroti sikap jaksa Shandy Handika yang mencecar Jessica Wongso saat di persidangan.
“Saya mendapati fakta bahwa ketika jaksa Shandy Handika mencecar Jessica di persidangan pada tanggal 28 September 2016 ketika Jessica dihadirkan sebagai terdakwa,” terang Rismon Sianipar.
Rismon Sianipar menyebut bahwa jaksa Shandy Handika mengkonfirmasi jawaban Jessica Wongso namun dirinya justru menggunakan bukti rekaman CCTV yang sudah direkayasa.
“Shandy Handika ini mengkonfirmasi jawaban Jessica,” kata Rismon.
“Tetapi apa yang dia gunakan adalah kamera CCTV 3 yang sudah direkayasa dengan cara diturunkan resolusi framenya dengan cara downscaling,” ungkapnya.
Tak hanya itu saja, Rismon Sianipar juga membeberkan bagaimana cara merusak atau merekayasa bukti rekaman CCTV tersebut.
“Selanjutnya dirusak juga oleh Christopher Hariman Riyanto ini dan Muhammad Nuh Al Azhar dengan cara tadi sama seperti sebelumnya dengan cara mengkonversi warna video,” jelas Rismon.
Rismon lantas menyebut betapa memalukannya sikap para penegak hukum yang terlibat dalam kasus Jessica Wongso tersebut.
“Itulah yang terjadi betapa memalukannya di Republik ini memiliki jaksa-jaksa yang tidak menghargai kemurnian data digital dan mereka pakai untuk memenjarakan orang,” tegas Rismon.
Tanpa ragu, Rismon Sianipar bahkan menyebutkan satu per satu nama para jaksa yang diduga turut serta memanipulasi kasus Jessica Wongso ini.
“Para jaksa ini dari Ardito Muwardi, Shandy Handika, Hari Wibowo, Sugi Karpalo, Wahyu Oktaviandi, Meylani Wuwung dan mereka masih bekerja di Kejaksaan bahkan memiliki jabatan,” terangnya.
Lebih lanjut Rismon mengungkapkan kekecewaannya, “Orang-orang seperti itu yang secara serampangan menggunakan video CCTV rekayasa masih kita bayar dengan pajak.”
Ahli digital tersebut juga menyampaikan rasa kecewanya terhadap jaksa agung yang tahu betul ada rekayasa di kasus Jessica Wongso namun memilih bungkam.
“Kita sebagai rakyat kecewa lah, jaksa agungnya juga entah ngapain sekarang, entah apa kerjaannya iya kan,” jelas Rismon.
“Udah jelas bukti brutal begini rekayasa yang disajikan anak buahnya, dia seperti tidak terjadi apa-apa, bungkam terus gak ada kerjaannya entah apa,” katanya.***