News

RESMI! Trump Tunda Tarif untuk 75 Negara, Tapi China Justru Dinaikkan Jadi 125 Persen!

Oleh: Muhammad Nandava Prapdhianto Kamis 10 Apr 2025, 07:47 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu (9/5/2025) waktu setempat mengumumkan penundaan sementara penerapan tarif impor selama 90 hari.

AYOJAKARTA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu (9/5/2025) waktu setempat mengumumkan penundaan sementara penerapan tarif impor selama 90 hari.

Kebijakan tersebut berlaku bagi lebih dari 75 negara yang telah mengajukan permintaan negosiasi ulang perjanjian dagang.

Namun disisi lain, tensi perang dagang dengan Tiongkok justru meningkat drastis menyusul kebijakan terbaru Gedung Putih.

Baca Juga: Bela Keluarga Koruptor, Jawaban Prabowo Soal RUU perampasan Aset: Apakah Adil Anak-Istrinya Ikut Menderita?

Dalam langkah yang dinilai mengejutkan pasar global, Trump memutuskan menaikkan tarif impor terhadap produk asal China menjadi 125 persen, dari sebelumnya 104 persen

Kenaikan tarif ini diumumkan hanya 13 jam setelah kebijakan bea masuk tinggi untuk 56 negara dan Uni Eropa mulai berlaku.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, dan menegaskan bahwa kenaikan tarif terhadap China diberlakukan segera.

Ia menyebut keputusan ini sebagai respons terhadap “kurangnya rasa hormat” dari China terhadap mekanisme perdagangan internasional.

Di sisi lain, Presiden Trump juga menyatakan akan mengevaluasi kemungkinan pengecualian tarif bagi sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat.

Baca Juga: Trump Resmi Menaikkan Tarif Impor, Prabowo 'Nego' Tawarkan 5 Hal Ini agar Turun

Presiden AS itu menambahkan bahwa keputusan tersebut akan ia ambil “berdasarkan naluri”.

Langkah Trump ini langsung memicu reaksi positif dari pasar keuangan. Indeks Dow Jones tercatat melonjak hingga 2.000 poin dalam hitungan menit setelah pengumuman tersebut.

Hal tersebt mencerminkan optimisme investor terhadap stabilitas sementara dalam hubungan dagang global.

Meski demikian, tekanan terhadap China masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Negara dengan kontribusi terbesar kedua terhadap impor AS tersebut kini menghadapi beban tarif yang semakin tinggi, yang diprediksi akan memperparah ketegangan dagang antara kedua negara.

Baca Juga: Mantap Banget! 5 Daerah Penghasil Emas Terbesar di Indonesia, Nomor 1 Capai 240 KG per Hari

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam pernyataannya menjelaskan bahwa negara-negara yang tidak melakukan aksi balasan terhadap pengumuman tarif AS akan mendapatkan imbalan berupa penundaan tarif.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan tarif terhadap produk China dilakukan sebagai tanggapan atas langkah eskalatif yang diambil oleh Beijing.

Kebijakan Trump ini menandai babak baru dalam dinamika perang dagang global, dengan potensi dampak luas terhadap arus perdagangan, harga komoditas, dan pertumbuhan ekonomi dunia.***

Reporter Muhammad Nandava Prapdhianto
Editor Jinan Vania Barizky