News

Sebut Film Dokumenter Dirty Vote Pelajaran untuk Jadi Pemilih Cerdas, Rocky Gerung: yang Memboikot Itu Konyol

Oleh: Nisrina Harum Lestari Selasa 13 Feb 2024, 11:04 WIB
Rocky Gerung

AYOJAKARTA.COM – Pengamat Politik Rocky Gerung menanggapi film Dirty Vote yang belakangan menjadi sorotan masyarakat.

Diketahui Dirty Vote merupakan film dokumenter yang menyoroti Pemilu 2024.

Rocky Gerung mengatakan bahwa film Dirty Vote merupakan peringatan dini adanya potensi kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2024.

“Kita mesti anggap bahwa film itu sebetulnya adalah semacam back up call atau peringatan dini tentang potensi terjadinya kecurangan,” katanya dikutip ayojakarta.com dari YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (13/2/2024).

Baca Juga: Tanggapi Pemberitaan Hasil Pemilu di Luar Negeri, Ketua KPU Ungkap Aturan Terbaru Soal Waktu Perhitungan Suara

Menurutnya, potensi kecurangan tersebut seharusnya dilawan dengan pernyataan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rocky menilai seharusnya Jokowi menjaminkan bahwa film tersebut menjadi peringatan bagi KPU dan pihak lainnya agar tidak terjadi kecurangan.

Akan tetapi, Rocky menyayangkan tanggapan Presiden Jokowi yang terkesan tidak paham dengan isi film tersebut.

“Tapi kan Pak Jokowi bilang bahwa itu film yang sangat bagus, film yang diambil dari sudut tertentu lalu dengan kamera apa namanya lalu booming. Jadi akhirnya orang olok-olok juga dengan menghubungkan cara Pak Jokowi menanggapi film itu yang memang dia tidak mengerti,” ujarnya.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Mayor Teddy, Ajudan Prabowo Subianto yang Sukses Bikin Kaum Wanita Klepek-klepek

Rocky menjelaskan bahwa film Dirty Vote sudah menjadi bagian dari fakta sejarah sehingga tidak bisa dihilangkan.

Ia melihat film dokumenter ini merupakan pelajaran bagi anak-anak muda di masa depan dalam memilih calon pemimpin.

“Tapi bagi publik itu film yang sudah jadi fakta sejarah. Kan enggak mungkin fakta itu dihilangkan, kecuali ada semacam klarifikasi dari istana. Bukan klarifikasi dari para politisi tapi klarifikasi berdasarkan data yang terbalik, ini kan cuma adu data,” jelasnya.

“Jadi itu film sebenarnya itu jadi jejak sejarah politik Indonesia yang akan diawetkan bahkan di festival-festival film dokumenter. Jadi sebetulnya enggak mungkin jejak itu dihilangkan. Kita harusnya mesti mulai dengan mengapresiasi bahwa Indonesia punya kemampuan untuk mendokumentasikan sesuatu yang akan jadi pelajaran bagi anak-anak muda di masa depan,” sambungnya.

Baca Juga: Arya Saloka Parodikan Mayor Teddy Saat Gendong Perempuan Pingsan di Kampanye Akbar, Netizen: Beda Jauh

Lebih jauh, Rocky menuturkan jika ada pihak yang melaporkan film tersebut maka itu adalah hal yang konyol.

Sebab, Rocky menyebut film Dirty Vote merupakan pelajaran agar anak-anak muda jadi pemilih yang cerdas.

“Kalau ada anak-anak muda yang ramai-ramai memboikot film itu konyol. Karena itu sebetulnya pelajaran buat mereka supaya di 2029 betul-betul jadi pemilih yang cerdas,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Fathul Amanah