AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi Sumsel bakal melakukan program bedah rumah secara serentak di seluruh Kabupaten/Kota se Sumatera Selatan.
Hal ini dilakukan untuk memperingati HUT Provinsi Sumsel ke-78 sekaligus lauching gerakan pemberian sanitasi se-Sumsel.
Program ini merupakan inisiasi Pj Gubernur Sumsel yaitu Agus Fatoni.
Hal itu disampaikan Pj. Gubernur Sumsel, Agus Fatoni saat memimpin Rapat Persiapan Kegiatan Bedah Rumah Serentak se-Sumsel secara virtual di Kantor Gubernur Sumsel, Palembang hari ini, Senin 12 Februari 2024.
"Jadi Bupati maupun Walikota silakan menyampaikan dalam forum ini berapa tota rumah yang akan dibedah, selain bedah rumah bapak/ibu Bupati/ Walikota juga menyiapkan bantuan sanitasi berupa kloset atau perbaikan WC di kabupaten/kota masing-masing," ucapnya.
Baca Juga: Sindir Jokowi? Butet Kartaredjasa Sebut Soal Pengkhianatan: Terang Benderang Tanpa Malu
Ia menerangkan, program bedah rumah sekaligus launching gerakan pemberian bantuan sanitasi di 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel ini, merupakan kolaborasi pemerintah daerah, baik Provinsi Sumsel, maupun Pemerintah Kabupaten/Kota dan pusat.
Dimana, program itu akan didanai dari APBD, APBN atau bantuan stimulan perumahan swadaya dari Kementerian PUPR, Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN/BUMD maupun swasta dan Baznas yang beroperasi di masing-masing wilayah.
Targetnya adalah, untuk menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Sumsel melalui pemberian bantuan sanitasi serentak.
"Bantuan ini akan diberikan secara simbolis oleh Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pusat Tri Tito Karnavian," sampainya.
Adapun bedah rumah yang akan dilakukan, terhadap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ada di Kabupaten/Kota se-Sumsel. Perbaikan yang dilakukan, meliputi atap, lantai dan dinding (aladin).
Sesuai arahan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota akan terlibat.
Termasuk dalam memberikan bantuan sanitasi dalam bentuk pembangunan WC.
"Nanti akan ada arahan dari Pak Mendagri agar kita memperbaiki sanitasi dan WC di Provinsi Sumsel ini, karena toilet adalah cerminan kita, kalau toiletnya bagus berarti rumah kita bagus, kalau toilet di kantor itu bersih berarti juga kita bersih di kantor," tuturnya.
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024 Bansos PKH Positif Cair Lewat BSI di Daerah Ini, Cek Saldo Secara Berkala!
Kegiatan tersebut nantinya, akan dihadiri langsung Ketua TP-PKK) Pusat Tri Tito Karnavian.
"Kita harus meriahkan gerakan pemberian bantuan sanitasi oleh Ibu Ketua Umum ini dan juga sekaligus kita meriahkan dengan bedah rumah dalam rangka mengentaskan kemiskinan ekstrem," ulasnya.
Kenapa memilih program bedah rumah dan pemberian bantuan sanitasi secara serentak ini, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang berkaitan dengan kebersihan.
Karena, berdasarkan data yang sudah terhimpun dari masing-masing Kabupaten/Kota, untuk program bedah rumah berjumlah 6.089 unit, sedangkan untuk sanitasi berjumlah 6.506 unit.
Namun dari data tersebut masih bisa bertambah hingga pada saat pelaksanaan launching bedah rumah dan sanitasi WC.
"Dari apa yang disampaikan Kepala BPS beberapa waktu lalu, sudah bisa menghitung angka ini, dari sekian bedah rumah udah bisa turun kemiskinan ekstrem sudah berapa persen," ungkapnya.
"Oleh karena itu, biar cepat dirasakan, Bapak/Ibu segera bergerak saja, tapi nanti secara simbolisnya akan ada launching dan penyerahan oleh ibu ketua umum TP PKK Pusat," tandasnya.
Baca Juga: Sukses Kendalikan Inflasi di Awal Tahun 2024, Ternyata Begini Cara Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni
Sebelumnya, Kepala BPS Sumsel Moh. Wahyu Yulianto, menyebut BPS Provinsi Sumsel telah merilis angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumsel tahun 2023 yakni pada level 5,08%, lebih tinggi dibandingkan dengan angka pertumbuhan ekonomi secara nasional.
Sementara itu, terkait kemiskinan ekstrim didefinisikan sebagai mereka yang hidup setara dengan Rp 11.571,21 per kapita per hari atau Rp 351.957, 40 per kapita per bulan.
“Program dari bedah rumah ini tadi saya lihat Pak Gubernur cukup banyak ya, kalau kita coba nah, tadi itu hampir ribuan. Harapannya meskipun nanti agenda itu pada bulan Mei, program ini bisa segera sudah mulai bertahap dilaksanakan mulai bulan ini, karena agar program-program itu yang memang sudah diterima oleh masyarakat ya harapannya bisa juga tercatat oleh BPS," tandasnya.***