News

Film 'Dirty Vote' Dinilai Beri Efek Buruk pada Prabowo Subianto, Rocky Gerung: Jokowi Membuat Semuanya jadi Rusak

Oleh: Sulistiyaningsih Senin 12 Feb 2024, 16:06 WIB
Film dokumenter Dirty Vote

AYOJAKARTA.COM - Rilisnya film dokumenter Dirty Vote belakangan ini menuai polemik di kalangan publik.

Pengamat politik Rocky Gerung juga turut mengomentari rilisnya film dokumenter yang memperlihatkan desain kecurangan Pemilu 2024.

Menurutnya film dokumenter Dirty Vote merupakan teguran terhadap Presiden Joko Widodo sekaligus ajang evaluasi menentukan arah demokrasi menjadi lebih baik.

Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran Disebut Kebakaran Jenggot usai Dirty Vote Rilis, Rocky Gerung: Mau Bantai Bikin Film Tandingan!

“Jadi jangan pesimis dengan film ini seolah-olah Indonesia nggak bisa lagi ditumbuhkan karena sudah masuk jebakan-jebakan kejahatan,” ujar Rocky Gerung dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Rocky Gerung Official pada Senin (12/2/2024).

“Itu poin yang bagus supaya pengetahuan kita dalam 4 sampai 5 hari ke depan itu terbantu oleh film itu, jadi sekali lagi mungkin ada yang berubah pikiran ada yang menganggap bahwa ya sudah tetap sebagai undecided,” sambungnya.

Pengamat politik yang sering mengkritik kinerja pemerintah ini mengatakan bahwa Indonesia saat ini sedang dikhianati oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Respons Rocky Gerung Soal Film Dirty Vote: Dokumenter Ini Bukan Sekadar Olokan atau Pembelaan

Menurutnya film dokumenter Dirty Vote memperlihatkan bagaimana upaya Jokowi untuk mempertahankan legacy.

“Indonesia sedang dijahati oleh Presiden Jokowi, jadi sebetulnya ini semua tentang Presiden Jokowi untuk mempertahankan legacy-nya,” kata Rocky Gerung.

“Kita pakai kata legacy kan legacy kata yang bagus sebetulnya untuk mengawetkan ambisi buruknya dalam kekuasaan itu,” sambungnya.

Baca Juga: Film Dokumenter 'Dirty Vote' Viral, TKN Prabowo – Gibran Sebut Narasi dari Ketiga Ahli Tidak Mendasar

Lebih lanjut pengamat politik ini menilai bahwa rilisnya film dokumenter Dirty Vote memberikan efek terhadap capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Menurutnya hal ini merupakan konsekuensi dari Prabowo Subianto yang mengambil posisi untuk meneruskan prestasi Jokowi.

“Itu memang efeknya ya yang kena ya Pak Prabowo kan itu konsekuensi dari Pak Prabowo mengambil posisi untuk meneruskan prestasi Pak Jokowi yang bagi bagi saya biasa aja,” kata dia.

“Ya Prabowo silahkan, Anies juga silahkan, Ganjar silahkan. Tetapi pengetahuan kita tentang pemilu tidak boleh dipersilahkan berlanjut dalam cara-cara yang digambarkan buruk,” sambungnya.

Menurutnya para guru besar di hampir semua universitas menganggap bahwa sampai saat ini Presiden Joko Widodo masih terus berupaya untuk mencari pegangan atau mencari tongkat untuk menyelamatkan dirinya dan kekuasaannya.

“Itu yang membuat semuanya jadi rusak adalah Presiden Jokowi dan karena itu konsekuensinya siapa yang diasuh oleh Presiden Jokowi juga kena getah dari film ini,” tandasnya.***

 

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Desi Kris