News

Tom Lembong Beri Nilai ‘B’ Untuk Presiden Jokowi: Kurvanya Enggak Lurus

Oleh: Linda Wati Minggu 11 Feb 2024, 14:09 WIB
Kali ini, Tom Lembong kembali menyita perhatian karena memberikan nilai ‘B’ kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

AYOJAKARTA.COM - Nama Co-Captain Timnas AMIN Thomas Lembong alias Tom Lembong belakangan ini memang sering menyita perhatian publik.

Nama Tom Lembong kerap menjadi perbincangan usai Gibran Rakabuming Raka menyebutnya dalam debat cawapres.

Kali ini, Tom Lembong kembali menyita perhatian karena memberikan nilai ‘B’ kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan olehnya dalam YouTube Denny Sumargo yang tayang pada Sabtu, 10 Februari 2024.

“Ya mungkin B secara keseluruhan,” kata Tom Lembong.

Dari Presiden Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI hingga Presiden RI membuat kurva penilaiannya bisa naik turung, sehingga Tom memberikan rata-rata nilai B untuknya.

“Jadi karena dia sepuluh tahun (menjabat sebagai Presiden) dan beliau juga sudah berdampak politikan nasional sebagai Gubernur DKI, kira-kira kan 12 tahun, 2 tahun sebagai Gubernur DKI dan 10 tahun sebagai Presiden tentunya kan kurvanya enggak lurus ada naik turunnya jadi kalau dirata-ratain mungkin pada saat ini saya kasih nilai B,” jelasnya.

Baca Juga: Diserang Luhut dan Bahlil, Tom Lembong Sentil Masalah OSS yang Terlalu Esktrem dan Tidak Mungkin

“Menurut saya si di atas rata-rata karena banyak kepala negara lain juga mungkin saya kasih nilai B,” imbuhnya.

Menurutnya, Presiden Jokowi memiliki kelebihan soal bakat politik.

“Kalau saya si melihatnya bakat politik, nalurinya, insting politiknya,” ujarnya.

Baca Juga: Tom Lembong Jawab Tantangan Luhut Pandjaitan untuk Cek Tambang Nikel: Sangat Welcome

Baginya, Jokowi dulu adalah sosok yang dapat membaca situasi politik dan handal dalam menyusun taktik politik.

Tetapi, naluri berpolitik Jokowi saat ini dinilai sudah mulai memudar.

“Jadi, baik antenanya bisa membaca situasi politik dan trend dan juga cara beliau menyusun taktik politiknya menurut saya si beliau jelas political genius, cuman belakangan ini menurut saya naluri itu agak pudar, agak berkurang,” jelasnya.

“Jadi, dulu tuh antisipatif bisa memprediksi dengan akurat, kita sebagai sebuah bangsa atau sebuah sistem politik kira-kira bakal kesana itu mungkin bukan arah yang konsensus memprediksi,” pungkasnya.

Reporter Linda Wati
Editor Aris Abdulsalam