News

Pilpres 2024 Sudah Disetting? Komjen Dharma Pongrekun Sebut Indonesia Dikuasi Asing, Ini Buktinya

Oleh: Linda Wati Jumat 09 Feb 2024, 14:31 WIB
Komjen Dharma Pongrekun

AYOJAKARTA.COM - Dharma Pongrekun mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara terkenal vokal dalam mengungkap kejanggalan yang terjadi di Indonesia.

Kali ini, Komjen Dharma Pongrekun memberi tanggapan soal Pilpres 2024 yang akan digelar beberapa hari lagi.

Dalam YouTube Cerita Untungs, Komjen Dharma Pongrekun menyinggung soal capres-cawapres yang hanya ada tiga paslon.

“Berarti ada yang mempolakan tiga (paslon)?”, tanya Arie Untung.

Baca Juga: Komjen Dharma Pongrekun Blak-blakan Alasan Pilpres di Indonesia Hanya Ada 3 paslon, Ternyata Ini Penyebabnya!

Dharma kemudian membenarkan jika ada yang mempolakan hanya ada tiga paslon saja dalam Pilpres 2024.

Menurut keterangannya yang mempolakan adalah mereka yang disebut dengan 'shadow' atau seseorang yang mengatur sistem.

“Karena memang mereka sebenarnya ini 'shadow', dia ada tapi tiada (yang dimaksud) pengatur sistemnya termanifestasi dengan regulasi yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang pemilu bahwa harus lewat partai politik,” ujarnya.

Berbeda dengan pemilu yang harus melalui partai, pilkada justru bisa dengan jalur independen.

Baca Juga: Ketua KPU Langgar Etik, Mungkinkah Gibran Rakabuming Raka Didiskualifikasi dari Pilpres 2024? Mahfud MD Singgung Hukuman Moral

Hal itu diduga oleh Dharma Pongrekun karena adanya kepentingan.

“Berbeda dengan pilkada ada jalur independen, lucu sama-sama pemilihan langsung tetapi regulasinya berbeda, pertanyaannya ada apa? Berarti ada kepentingan,” ujarnya.

Kata Dharma Pongrekun, negara Indonesia telah dikuasai oleh asing.

“Negara Indonesia yang dikuasai oleh asing lewat regulasi,” ucapnya.

Baca Juga: Etika Jadi Topik Panas di Pilpres 2024, Romo Magnis: Hanya Bisa Menjadi Cawapres dengan 2 Pelanggaran Etika yang Keras

Penasaran atas pernyataan tersebut, Arie Untung kemudian bertanya apa tanda dan buktinya.

Dharma kemudian menjawab bahwa buktinya adalah dana hutang Indonesia dengan negara asing.

“Buktinya, kalau session berhutang pada seseorang apakah kita nggak dikuasai tanpa sadar kita sudah dikuasai secara moral, secara psychology, kita berhutang sehingga dikuasai karena manifestasi sistemnya harus mengikuti yang memberikan hutang,” ujarnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah