News

Ichsanuddin Noorsy Sebut Ganjar Pranowo Tidak Paham 'One Health', Ternyata Bisa Hilangkan Kedaulatan Kesehatan?

Oleh: Nisrina Harum Lestari Rabu 07 Feb 2024, 14:06 WIB
Ichsanuddin Noorsy

AYOJAKARTA.COM – Banyak hal menarik yang muncul debat capres kelima Pilpres 2024 yang diselenggarakan pada Minggu (4/2/2024) lalu, salah satunya adalah One Health yang disebut oleh Ganjar Pranowo.

One Health merupakan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan yang digagas oleh Ganjar Pranowo.

Mengenai hal itu, Pengamat Politik Ekonomi Ichsanuddin Noorsy ikut memberikan tanggapan.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Manakah Gambar Pasangan Paling Bahagia? Jawabanmu Tunjukkan Bagaimana Kamu Memaknai Cinta dan Caramu Mencintai Seseorang

Ichsanuddin Noorsy mengatakan bahwa Ganjar Pranowo tidak memahami makna dari One Health.

“Ganjar Pranowo menggunakan satu diksi one health. Sayang dia tidak paham apa itu One Health,” kata Ichsan dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, Rabu (7/2/2024).

Ichsan menjelaskan bahwa One Health merupakan pendekatan agar negara patuh terhadap kebijakan badan kesehatan dunia atau WHO.

Menurutnya jika menggunakan istilah tersebut maka seperti sedang menyerahkan kedaulatan kesehatan ke tangan korporasi.

“One health adalah didiktenya seluruh masyarakat di dunia, 194 negara terdikte oleh namanya kebijakan badan kesehatan dunia untuk tunduk patuh pada ketentuan-ketentuan badan kesehatan dunia atas kehendak Amerika dan visor. Artinya ketika anda menggunakan istilah one health maka anda sesungguhnya sedang menyerahkan kedaulatan kesehatan ke tangan korporasi. Instrumennya WHO.

Ichsan mengungkapkan saat ini di belahan dunia barat sudah mulai ada perlawanan terhadap kebijakan yang melanggar HAM di bidang kesehatan.

Baca Juga: Bansos Banjir Kritik, Pakar Kebijakan Publik Ichsanuddin Noorsy: Dianjurkan Bank Dunia 'Meninabobokan Kritik Masyarakat'

Hal ini terbukti dari banyaknya dokter di Amerika yang sudah melawan kebijakan kemauan dari partai demokrat.

Kemudian, Ichsan menilai seharusnya Ganjar menyatakan untuk mempertahankan kedaulatan kesehatan.

Sayangnya, Ichsan melihat Ganjar belum terlalu memahami istilah One Health tersebut.

“Di Indonesia tidak terdengar itu, hanya beberapa gelintir manusia yang mencoba mengkritisi kebijakan. Itu kan mendikte masyarakat dan itu membuat satu situasi dimana akhirnya ada kehilangan kedaulatan," ungkapnya.

"Jadi penggunaan istilah One Health sesungguhnya ketika dibahas mestinya muncul bahwa kita harus mempertahankan kedaulatan kesehatan. Itu mestinya Ganjar memunculkan kalimat itu kalau dia memang ngerti. Tapi kan dia enggak ngerti, dia cuma bilang kita one health setelah itu selesai,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Jinan Vania Barizky