AYOJAKARTA.COM - Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo memberikan tanggapan perihal kondisi demokrasi dan politik saat ini.
Ganjar Pranowo menyampaikan, bahwa pelanggaran etik yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), merupakan kondisi yang membahayakan nilai-nilai demokrasi.
"Jadi kalau kita melihat, MK-nya melanggar etik, KPU-nya melanggar etik, maka sebenarnya kita sedang berada pada situasi yang bertaruh nilai-nilai demokrasi, hari ini kita bertaruh," ucap Ganjar Pranowo, dikutip dari Kompas TV, Rabu (7/2/2024).
Demi berjalannya demokrasi, maka bagi Ganjar perlu adanya upaya bersama bagi setiap elemen termasuk pemerintah.
"Maka kalau para pelaku, pemerintahan semuanya tidak bisa menjaga ini, maka Indonesia akan mengalami kehancuran demokrasi," ucapnya.
Pelanggaran etik yang terjadi pada MK dan KPU, menurut Ganjar menjadi peringatan bahwa demokrasi sudah keluar dari jalurnya.
"Maka hari ini sudah menjadi peringatan kepada kita semuanya agar yuk kembali pada jalur atau track demokrasi yang baik," ungkapnya.
Dua pelanggaran tersebut menurut Ganjar sudah terlalu banyak, dan meninggalkan noda kotor pada demokrasi Indonesia.
"Cukup sudah, dua sudah terlalu banyak itu. Ini menunjukkan sebuah catatan hitam dalam sejarah pemilu kita. Jangan sampai diulangi," pungkasnya.
Diketahui, bahwa DKPP memutuskan Ketua KPU Hasyim Asy'ari dkk, terbukti melanggar kode etik karena meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.
Sebelumnya, Mantan Ketua MK Anwar Usman juga dinyatakan melanggar kode etik berat oleh MKMK terkait putusan nomor 90 terkait UU Pemilu.***