News

Presiden Jokowi Ramai Diberi Petisi dan Kritik oleh Perguruan Tinggi, Wapres Ma'ruf Amin: Bagian dari Dinamika Politik

Oleh: Salman Muhammad Ilham Rabu 07 Feb 2024, 10:48 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan respon terkait banyaknya kritik dan petisi yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

 

AYOJAKARTA.COM – Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan respon terkait banyaknya kritik dan petisi yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh berbagai perguruan tinggi merupakan bagian dari dinamika politik.

“Mengenai pernyataan-pernyataan dari berbagai universitas besar dan guru besar, saya kira itu bagian dari dinamika politik. Tentu harus perhatikan," ujar Ma'ruf, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Rabu, 7 Februari 2024.

Menurut Ma'ruf Amin, pemerintah perlu memperhatikan persoalan ini, lalu kemudian mengambil tindakan yang tepat.

Baca Juga: Ahok Disebut Kuda Putih Jokowi, Ganjar: Semua Bisa Berasumsi

“Dinamika Politik apapun ya pemerintah harus memperhatikan, artinya mengevaluasi dan mengambil langkah-langkah berikutnya seperti apa,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu merespon berbagai kritikan tersebut, sehingga nantinya isu tersebut tidak semakin melebar.

Ma'ruf Amin juga berharap bahwa petisi yang dilayangkan oleh berbagai universitas tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Mudah-mudahan saja hanya sampai pada pertanyaan ya. Jadi bisa diatasi. Tidak timbulkan hal-hal yang lebih jauh," ucapnya.

Baca Juga: Diisukan Mundur dari Kabinet Jokowi, Menlu Retno Marsudi: Percaya Ga?

Sebelumnya, ramai kritik yang disampaikan oleh sivitas akademika kepada Presiden Jokowi terkait kondisi demokrasi pada saat Pemilu 2024.

Aksi ini berawal dari sivitas akademika yang membacakan petisi Bulaksumur oleh guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Kami menyesalkan tindakan-tindakan menyimpang yang justru terjadi  dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang juga merupakan bagian dari Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada," ucap Guru Besar Fakultas Fakultas Psikologi, Koentjoro, Rabu, 31 Januari 2024.

Hingga saat ini telah banyak perguruan tinggi yang menyusul UGM, dan memberikan berbagai petisi dan pernyataan yang beragam.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Tedi Rukmana