AYOJAKARTA.COM - Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo dalam closing statement debat capres terakhir seakan menuding cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto terlibat dugaan pelanggaran HAM.
Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti closing statement dari masing-masing capres dalam debat yang diselenggarakan pada Minggu 4 Februari 2024.
Menurutnya dari masing-masing capres dalam closing statement debat terakhir memperlihatkan karakter masing-masing.
Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Ketulusan Ada pada Prabowo Subianto: Publik Menyoroti Dia dalam Dimensi Emosi...
Dikatakan bahwa kecerdasan ada pada Anies Baswedan, kesejukan ada pada Prabowo Subianto dan keangkuhan ada pada Ganjar Pranowo.
Dalam closing statement debat kelima yang menjadi sorotan utama Rocky Gerung adalah pernyataan Ganjar Pranowo yang menyinggung soal pelanggaran HAM.
Menurutnya capres nomor urut 03 tidak memiliki hak sama sekali untuk berbicara mengenai pelanggaran HAM.
Baca Juga: Debat Capres Terakhir: Rocky Gerung Beri Nilai 0 Untuk Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, Mengapa?
“Apa dia bilang pada Prabowo tadi, ditujukkan khusus kepada Prabowo. Jangan pilih seseorang yang pernah membunuh, melanggar hak asasi manusia,” ujar Rocky Gerung dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Hersubeno Point pada Rabu (7/2/2024).
“Nggak ada hak sedikitpun Ganjar bicara itu, yang boleh bicara itu Gilbran di UGM. Mahasiswa boleh bicara itu, apa hak Ganjar,” imbuhnya.
Penyebab mengapa Ganjar Pranowo tidak berhak berbicara soal HAM dalam debat capres menurut Rocky Gerung cawapres nomor urut 03 yang sempat menjadi bagian dari tim sukses Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto pada Pilpres 2009.
Baca Juga: Kritik Keras Dinasti Politik Jokowi, Rocky Gerung: Dia Menunggangi Kedunguan dan Kemiskinan
Mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut dinilai tidak konsisten karena sempat menjadi sosok yang mengelu-elukan Prabowo Subianto.
“Ganjar bagian dari yang mengeluhkan Prabowo menjadi wakil presiden. Orang ini bangsat, yes bangsat. Dia tidak punya hak ucapkan itu,” kata dia.
“Dia bagian yang mengeluhkan Prabowo, yang diangkat 2009 menjadi wakil presiden Megawati. Artinya dia berbohong kepada partainya,” sambungnya.
Lebih lanjut Rocky Gerung menyatakan bahwa penyebab lainnya mengapa Ganjar Pranowo tidak seharusnya membahas soal pelanggaran HAM dalam debat capres karena cawapres nomor urut 03 ini juga dinilai sebagai pelaku pelanggar HAM.
Pengamat politik ini kembali mengungkit kasus dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo di Wadas dan Gendeng pada saat masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.
“Kita mau uji orang-orang pada saat-saat terakhir, mestinya Ganjar bilang terima kasih selesai saya tidak akan komentari soal HAM biarkan mahasiswa dan guru-guru besar yang komentari,” ungkap Rocky Gerung.
“Dia menunggangi kemarahan publik padahal dia nggak ngerti. Dia itu pelaku pelanggaran HAM di Wadas, Gendeng. Kita harus fair,” imbuhnya.***