AYOJAKARTA.COM -- Mantan Komisari Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok belakangan ini ramai diperbincangkan.
Nama Ahok ramai disebut usai pernyataannya yang menyebut bahwa bantuan sosial (bansos) hanya diberikan pada zaman majapahit.
Pernyataan soal bansos tersebut diketahui disampaikan oleh Ahok saat dirinya menghadiri acara Deklarasi Relawan Ahokers pada Minggu (4/2/24) di Jakarta Pusat.
Melalui tayangan di akun Tiktok @kompastvnews pada (6/2/24), mulanya Ahok menuturkan soal pendapatan publik atas keputusannya memihak paslon nomor urut 03.
“Saya perlu cerita begini, orang bilang saya ini goblok ikut Ibu Megawati, ngapain ikut nenek-nenek katanya, kalau mau ikut, ikut pemenang dong, Presiden dong, berkuasa dong,” ujar Ahok.
Ahok lantas menegaskan jika keputusannya mendukung paslon 03 berkaitan dengan prinsipnya akan hal ini.
“Saya pun yang bernama Ahok kalau tidak berdiri atas kebenaran keadilan, kejujuran, dan perikemanusiaan tidak patut disebut Ahok,” tegasnya.
Baca Juga: Tanggapi Pernyataan Ahok Soal Minoritas, Alvin Lim Sebut Blunder: Mohon Maaf Kali Ini Tidak Setuju
“Ini dasar kita,maka sama bagi saya, saya hidup ini mau jadi kaya raya tapi membiarkan rakyat hanya mendapat bantuan sosial bukan keadilan sosial,” lanjutnya dalam orasi tersebut.
Kemudian Ahok menyinggung soal perjuangan Soekarno untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Negara ini didirikan jelas oleh proklamator untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bukan mewujudkan bantuan sosial,” ungkapnya.
Dimana kemudian Ahok menyebutkan jika bantuan sosial hanya ada di zaman kerajaan, dimana rakyat meminta untuk dibelaskasihani dan raja yang memilih.
“Bantuan sosial itu hanya di zaman kerajaan, ketika rakyat harus minta belas kasihan raja, raja menentukan siapa yang perlu dikasihani,” kata Ahok.
“Republik ini milik kita semua , kita berhak setiap sen pajak kita bayar, ini punya kita,” imbuhnya.
Pernyataan Ahok soal bansos hanya diberikan pada zaman kerajaan itupun mendulang polemik lantaran dinilai mengkritik program pemerintahan Jokowi.
Menteri Investasi sekaligus politikus Golkar, Bahlil Lahadalia bahkan turut menanggapi pernyataan Ahok tersebut.
Baca Juga: Ahok Klaim Dirinya Ditolak Jokowi Jadi Gubernur karena Minoritas, Alvin Lim: Mungkin Cuma Asumsi Dia
Bahlil menyebut jika ucapan Ahok tersebut tidak mempresentasikan pikiran dari rakyat kecil pasalnya Ahok memiliki kehidupan yang sudah enak.
“Enggak perlu menurut saya ditanggapi, itu kan pikiran Ahok yang tidak merepresentasikan pikiran rakyat kecil, dia kan hidupnya enak enggak pernah merasakan susahnya jadi miskin atau kelas menengah ke bawah,” ujar Bahlil di Kompleks Kepresidenan Jakarta.
“Jangan merasa diri bahwa kehidupan kita sama dengan yang lain jadi biarkanlah rakyat yang menilai,” lanjutnya.***