AYOJAKARTA.COM -- Sejumlah guru besar perguruan tinggi negeri maupun swasta mulai menyuarakan kritik yang ditujukan kepada presiden Joko Widodo.
Sejumlah civitas kampus memberikan maklumat atau sebuah bentuk pernyataan sikap terhadap sistem demokrasi yang saat terjadi di Indonesia.
Kabar adanya kritikan dari sejumlah civitas akademik ini telah terdengar oleh Wakil Presiden Indonesia yakni Ma’ruf Amin yang saat ini sedang melakukan kunjungan di Abu Dhabi Uni Emirat Arab.
Menurut Ma’ruf Amin kritik yang disuarakan oleh sejumlah kampus harus menjadi perhatian pemerintah.
“Pernyataan-pernyataan dari berbagai Universitas besar saya kira itu bagian dari dinamika politik yang tentu harus diperhatikan,” kata Ma’ruf Amin, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Kompas TV, Selasa, 6 Februari 2024.
Artinya pemerintah memiliki peran penting untuk mengevaluasi dan mengambil langkah-langkah untuk kedepannya.
Ma’ruf Amin pun berharap adanya kritik yang diberikan oleh sejumlah kampus tersebut, semoga hanya sebatas sebuah pernyataan.
Agar pemerintah dapat segera mengatasi hal itu dan tidak menimbulkan adanya hal-hal lain yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Jokowi Minta Projo Cabut Laporan terhadap Butet Kartaredjasa
“Mudah-mudahan saja hanya sampai di pernyataan sehingga kita bisa atasi, dan tidak menimbulkan hal-hal yang lebih jauh,” imbuhnya.
Sebelumnya, petisi gerakan akademik ini telah dilakukan oleh sejumlah kampus di Indonesia baik negeri maupun swasta.
Adapun sejumlah kampus tersebut diantaranya UGM, UII, UI, Unhas, UMY, UNPAD, UMS, UIN Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah, ITS Surabaya, UNAIR, Unesa, UAD, hingga yang terbaru ada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).***