AYOJAKARTA.COM – Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan memaparkan strategi untuk membangun kedaulatan teknologi informasi di Indonesia.
Anies Baswedan mengatakan bahwa perkembangan sistem telekomunikasi sangat berkembang pesat.
Oleh karena itu, Anies Baswedan ingin agar Indonesia tidak tertinggal dengan kemajuan telekomunikasi.
Baca Juga: Didampingi Hotman Paris, Raffi Ahmad Klarifikasi Dugaan Kasus Pencucian Uang
Hal tersebut disampaikan oleh Anies dalam debat capres kelima Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) pada Minggu (4/2/2024).
“Kita menyaksikan bahwa kemajuan sistem telekomunikasi dan teknologi informasi itu berkembang amat pesat. Oleh karena itu Indonesia tidak boleh ketinggalan,” kata Anies dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Senin (5/2/2024).
Strategi utama yang akan ia lakukan bersama cawapresnya yakni Muhaimin Iskandar adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Anies menjelaskan dirinya akan mendatangkan pakar-pakar untuk melakukan alih teknologi ke Indonesia.
Kemudian, Anies juga akan memprioritaskan investasi yang masuk dalam bentuk padat karya.
“Gagasan kita adalah peningkatan kualitas manusia dan inovasi di sektor teknologi informasi dengan cara pairing, berpasangan mendatangkan pakar untuk bisa melakukan alih teknologi bersama-sama,” jelasnya.
“Yang kedua, memprioritaskan investasi yang masuk dalam bentuk investasi padat karya yang didukung dengan perbaikan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi,” sambungnya.
Selain itu, Anies juga akan menekankan pada tiga aspek fundamental yang terdiri dari akses, kecepatan, dan keamanan.
“Ini akan memberikan lowongan kerja untuk masyarakat lokal dan ada tiga aspek fundamental yaitu akses, kecepatan, keamanan, yang ini menjadi prioritas. Sehingga dengan cara seperti itu ketika kita mengundang untuk melakukan investasi kita bisa menyiapkan infrastrukturnya,” ujarnya.
Selain itu, hal yang juga dianggap penting adalah membangun perlindungan hak intelektual yang ada.
Dengan begitu, Anies berharap Indonesia bisa segera melakukan lompatan lebih cepat.
“Hal yang tidak kalah penting terkait dengan pembangunan ini adalah perlindungan atas hak intelektual yang nanti akan terkait dengan industri manufaktur yang terkait di sini. Kami memandang investasi padat modal yang seperti ini, padat karya, akan memungkinkan Indonesia untuk lompat lebih cepat,” tutupnya.***