AYOJAKARTA.COM – Dalam debat terakhir capres pada Minggu, 4 Februari 2024, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tampak kompak menyinggung soal bantuan sosial era Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Keduanya kompak mempermasalahkan sikap Presiden Jokowi yang membagikan bansos kepada masyarakat beberapa waktu belakangan dan di saat masa kampanye Pilpres 2024.
Anies Baswedan dalam debat cawapres menegaskan bahwa bansos diberikan untuk kepentingan orang yang diberi dan bukan untuk kepentingan orang yang memberi.
“Bila butuh diberikan bansos plus bukan bansos untuk kepentingan yang memberi, tapi untuk kepentingan orang yang diberi,” kata Anies Baswedan, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KPU RI pada Senin, 5 Februari 2024.
Selain itu ia juga menyinggung penyaluran bansos yang disalurkan untuk tiga bulan sekaligus.
Baca Juga: Data Tren Masyarakat di Media Sosial Usai Debat Capres Terakhir: Anies Paling Disebut di X
Menurutnya jika penerima membutuhkan bulan ini maka diberikan bulan ini, tidak harus dirapel semua dan harus dijadikan sesuai kebutuhan.
Sementara Ganjar Pranowo menegaskan bahwa penting menanamkan pemahaman bahwa program bansos merupakan hak dari rakyat Indonesia.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menanggapi persoalan bansos yang disinggung dalam debat terakhir Pilpres 2024.
Terkait bantuan sosial yang digalakkan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, Kaesang menyatakan bahwa bansos harus diberikan tepat waktu dan tepat sasaran.
“Saya rasa memang bansos harus tepat sasaran. Tapi balik lagi, dan bansos itu harus tepat waktu,” ujar Kaesang Pangarep usah menghadiri debat kelima Pilpres di JCC, Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Beri Gerakan Bahasa Isyarat di Awal Debat Capres Kelima, Ternyata Ini Maksud Anies Baswedan
Dikatakan bahwa saat ini memang pembagian bansos tengah dipermasalahkan oleh sejumlah pihak, tetapi menurutnya yang jauh lebih bermasalah ketika bansos dikorupsi.
“Mungkin saat ini (pembagian bansos) dipermasalahkan. Tapi menurut saya jauh lebih bermasalah jika bansos itu saat (pandemi) COVID-19 dikorupsi,” tegasnya.
Diketahui bahwa korupsi bansos pada masa pandemi COVID-19 ditangani oleh KPK, kasus ini melibatkan Juliari Batubara yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Sosial.
Juliari Batubara ini merupakan kader PDI Perjuangan yang merupakan partai politik pengusung capres-cawapres nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Di sisi lain, Kaesang Pangarep memuji penampilan capres nomor urut 02. Menurutnya debat terakhir ini merupakan penampilan terbaik dari Prabowo Subianto.
“Debat terbaiknya Pak Prabowo, sangat solutif ya bagus-bagus,” ungkapnya.***