News

Debat Capres Kelima: Anies Baswedan Singgung Pembagian Bansos, Sebut Indonesia Jauh dari Cita-cita Pendiri Bangsa

Oleh: Sahdan Maulana Minggu 04 Feb 2024, 21:21 WIB
Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM -- Capres nomer urut 1, Anies Baswedan menyinggung pembagian bantuan sosial (bansos) oleh Presiden Jokowi.

Anies Baswedan menyebut hal tersebut terjadi karena adanya ketimpangan ekonomi di Indonesia.

Menurut Anies Baswedan, hal ini membuat Indonesia yang sekarang jauh dari cita-cita para pendiri bangsa.

"Sekarang kita jauh dari cita-cita ini," kata Anies Baswedan pada Debat Kelima Capres, Minggu (4/2/2024) dikutip ayojakarta.com dari YouTube KPU RI.

Baca Juga: Debat Capres Terakhir: Anies Baswedan Sebut Manfaat Bansos untuk yang Menerima Bukan yang Memberi

Ia mengungkapkan bahwa ada 70 juta  orang yang tak memiliki jaminan sosial dalam hal ini adalah bansos.

"Apa masalah hari ini? 45 juta orang belum bekerja dengan layak, bicara jaminan sosial, lebih dari 70 juta orang tidak punya jaminan sosial," ucap Anies.

Anies Baswedan kemudian menyinggung soal pembagian bansos yang menjadi fenomena saat ini.

Baca Juga: Debat Capres Terakhir, Prabowo Subianto Janji Bangun 3 Juta Rumah di Pedesaan hingga Pesisir

Ia kemudian membuat rumusan baru dalam pembagian bansos dan membeberkan programnya, yakni Bansos Plus.

"Apa yang ingin kita capai? satu, kita ingin memastikan hidup sehat dan bila sakit ada pertolongan cepat, tumbuh cerdas dengan biaya terjangkau, keluarga sejahtera karena upahnya layak," ungkap Anies.

Anies juga menyinggung bahwa pembagian bansos harus bertujuan kepada kepentingan yang diberi bukan yang memberi.

Baca Juga: Prabowo Subianto Janji Bangun Rumah Sakit Modern hingga Beri Beasiswa Luar Negeri Kedokteran untuk 10 Ribu Lulusan SMA 

"Bila butuh diberikan bansos, sesuai kebutuhannya, bansos plus. Bukan memberikan bansos untuk kepentingan yang memberi tapi untuk kepentingan yang diberi," kata Anies.

Anies Baswedan menambahkan bahwa warga negara yang bangga dengan negaranya karena budaya dan etikanya dijaga.

"Dan warga negara yang bangga dengan negaranya karena dijaga budayanya dan etikanya dijaga tinggi," tandasnya.***

 
Reporter Sahdan Maulana
Editor Fathul Amanah