AYOJAKARTA.COM — Cak Imin, cawapres nomor urut satu yang diusung dari Koalisi Perubahan, gencar melakukan kampanye ke berbagai daerah.
Di detik-detik terakhir kampanye, Cak Imin gelar acara Slepet Imin di Jember, Jawa Timur.
Dalam acara terbuka tersebut, banyak rakyat datang untuk memberikan pertanyaan khusus untuk Cak Imin.
Salah satu hal yang kini disoroti adalah terkait bantuan sosial (bansos).
Baru-baru ini, menjelang pelaksanaan pilpres atau pemilu 2024 bansos banyak beredar di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Mobil Rombongan AMIN Kecelakaan di Sumenep, Bagaimana Nasib Anies dan Cak Imin?
Bahkan yang saat ini menjadi viral dan kontoversi adalah salah satu bansos yang bernama Bantuan Presiden.
Sebelum komentar Cak Imin terkait bansos, Tere Liye, seorang penulis terkenal, terlebih dahulu mengomentari bansos yang beredar di kalangan masyarakat tersebut.
Menurut Tere Liye yang diunggah melalui Instagram pribadinya, penyebutan 'Bantuan Presiden' menjadi ambigu dan menyesatkan.
Sebab, tidak berbanding lurus dengan penyebutan utang. Di mana jika utang dinamakan sebagai 'utang negara' mengapa bansos tidak dinamakan dengan istilah 'bansos negara RI'.
Lebih jauh dari itu, Cak Imin selaku cawapres yang akan maju dalam pilpres 2024 menyebut satu kata tentang bansos saat ini menurutnya adalah politisasi.
Baca Juga: Ini Kronologi Iring-iringan Mobil Anies Baswedan-Cak Imin Tabrakan Beruntun saat Kampanye di Sumenep
"Saya kira begini, marahnya kampus-kampus itu salah satunya adalah cara pengelolaan bansos. Kalau mau lebih detail lagi dengarkan IGnya Bu Sri Mulyani yang membahas bansos. Sampai bu Sri Mulyani bilang rakyat harus tahu bansos itu uang dari mana, artinya uang dari Negara jangan di politisasi," kata Cak Imin, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Refly Harun pada Minggu, 4 Februari 2024.
Menurut Cak Imin, bansos tak sepatutnya di politisasi karena berasal dari uang rakyat.
"Nah, kalau bansos di politisasi itu artinya sudah kebablasan. Karena bansos itu begini, bansos itu uang rakyat, yang digunakan untuk kepentingan rakyat dalam posisi darurat, ibaratkan bansos obat sakit kepala," terangnya.
Bahkan ia juga menyebut bahwa penentuan bansos tidak harus berdasar pada kalender politik.
"Kalender penentuan penerimaan bansos bukan pada kalender politik, jadi ada bansos keluar menjelang pemilu banyak-banyak kan itu berarti tidak sesuai dengan semangat dasar dari dibutuhkannya bansos," ucapnya.
Ia kemudian menyatakan pendapatnya bahwa bansos sudah seharusnya dikeluarkan kapan pun saat rakyat membutuhkan.
"Kok bansos semakin merajalela di mana-mana oh berarti hari ini mendekati pemilu, padahal bansos itu kan harus dikeluarkan kapan pun rakyat butuh, catatannya begini saya tidak menolak bansos diterapkan tapi gunakan bansos sesuai dengan kebutuhan rakyat jangan menumpangi bansos untuk kepentingan tertentu," jelasnya.
Cak Imin tak segan menyebut kata kualat terkait bansos yang saat ini beredar menjelang pilpres 2024.
"Uang rakyat kalau ditumpangi itu bisa kualat, kalau sudah kualat buktinya kampus bergerak marah-marah semua gara-gara lihat bansos dimainkan," tutur Cak Imin.***