News

Disebut Bakal Gantikan Posisi Mahfud MD Jadi Menko Polhukam, Prof Yusril Ihza Mahendra: Dari Dulu...

Oleh: Cindra May Ningrum Minggu 04 Feb 2024, 10:30 WIB
Prof Yusril Ihza Mahendra disebut bakal gantikan posisi Mahfud MD menjadi Menko Polhukam.

AYOJAKARTA.COMMahfud MD, cawapres nomor urut tiga sekaligus menjabat sebagai Menko Polhukam kini secara tegas menyatakan telah mengundurkan diri.

Mahfud MD memberikan surat permohonan undur diri dari Kabinet Jokowi pada Kamis, 1 Februari 2024.

Mundurnya Mahfud MD selaku Menko Polhukam banyak mengundang perhatian dari tokoh-tokoh penting di Indonesia.

Terlebih, jika melihat aturan saat ini pejabat terkait yang maju dalam pilpres 2024 tak perlu mengundurkan diri hanya mengajukan cuti saat berkampanye.

Menyikapi hal ini, banyak lapisan masyarakat bertanya-tanya siapakah selanjutnya yang akan menggantikan Mahfud MD menjadi Menko Polhukam?

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Keluarga Brigadir J Tak Percaya Ada Pembunuhan, Irma Hutabarat: Bohong, Itu Tak Masuk Akal!

Baru-baru ini, terdengar kabar Prof Yusril Ihza Mahendra, seorang akademisi sekaligus ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) disebut bakal gantikan posisi Mahfud MD.

Namun sebelum itu, ia memberikan pendapat bahwa sebenarnya Mahfud MD tak perlu mengundurkan diri dan menyinggung nama capres Prabowo Subianto yang juga bertugas menjadi Menteri Kabinet Jokowi.

"Jadi, Undang-undang kita sekarang Menteri dan lain-lain itu tidak mesti mundur jika ia menjadi calon Presiden," kata Prof Yusril Ihza Mahendra, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Helmy Yahya Bicara pada Minggu, 4 Februari 2024.

Menurutnya, aturan saat ini tak mengharuskan menteri mundur dari jabatan yang di emban jika maju menjadi capres maupun cawapres.

"Sekarang ini, Menteri yang menjadi calon presiden atau wakil presiden tidak harus mundur, nah kalau dulu agak rumit semua harus mundur kecuali presiden dan wakil presiden," terangnya.

Baca Juga: Respons Mahfud MD, Usai Ahok Mundur Jadi Komisaris Utama Pertamina: Bagus, Tambah Teman

"Jadi dibolehkan asal minta cuti, nah itulah yang terjadi sekarang Pak Mahfud, Pak Prabowo sama-sama calon, kalau Pak Ganjar sudah habis jabatannya sebagai gubernur," imbuhnya.

Lebih jauh, Prof Yusril Ihza Mahendra menuturkan bahwa jika pemilu 2024 terjadi dua putaran maka mundurnya Mahfud MD dari Menko Polhukam akan sangat berarti.

Sebaliknya, jika hanya satu putaran tentu tak berarti apa-apa.

Ia bahkan juga menyinggung nama Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Jokowi.

"Kalau misalnya itu hanya terjadi satu putaran misalnya, tidak begitu banyak artinya kecuali misalnya ada putaran kedua lebih bermakna, jadi kita pulangkan ke pribadi masing-masing karena Undang-Undang membolehkan mereka tidak mundur, tidak mengharuskan, jadi kalau Pak Mahfud mundur, ya Pak Prabowo terserah beliau, bisa mundur, bisa saja tidak, karena memang tidak ada keharusan untuk itu," jelasnya.

Baca Juga: PARAH! Kebohongan Besar Mahfud MD Dibongkar Pengacara Brigadir J Martin Simanjuntak: Semacam Lupa Ingatan Berjilid-jilid...

Saat ditanya Helmy Yahya, bahwa ada rumor Prof Yusril Ihza Mahendra akan menggantikan posisi Mahfud MD menjadi Menko Polhukam, ia hanya mengatakan bahwa dari dulu rumornya memang begitu.

"Dari dulu rumor-rumornya begitu, saya berkali-kali saya nggak mau jawab, rumor-rumor seperti ini nggak jelas dari mana sumbernya, dan udah sering dirumorkan tapi nggak jadi-jadi," ucap Prof Yusril Ihza Mahendra.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memilih Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai pengganti Mahfud MD untuk mengemban jabatan Plt Menko Polhukam.***

Reporter Cindra May Ningrum
Editor Tedi Rukmana